Menelusuri Jejak Sejarah Raja Jaya Wisnu Wardhana Di Candi Jago Tumpang, Malang

Candi Jago, Tumpang, Malang - Masih di Kabupaten Malang, namun agak jauh dari kecamatan Singosari yakni di wilayah Kecamatan Tumpang terdapat peninggalan kerajaan Singosari yang menjadi ikon wilayah di lereng Gunung Semeru ini yaitu Candi Jago atau Jajaghu.

Candi Jago berada di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Jawa Timur. Candi Jajaghu atau Jago merupakan candi peninggalan kerajaan Singhasari yang dibangun oleh Raja Kertanegara pada sekitar abad ke-13 Masehi sebagai penghormatan terhadap ayahnya, Raja Sri jaya Wisnuwardhana yaitu raja ke-4 Singhasari yang memerintah pada  tahun 1248 hingga 1268.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Candi Jago Tumpang, Malang

Sosok Raja Jaya Wisnu Wardhana atau lebih dikenal dengan nama Seminingrat dalam Nagarakretagama adalah seorang raja pilihan karena pada masanya, ayah dari raja Kertanegara ini mampu mendamaikan dua keturunan yang selama itu berseteru yaitu keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung. 

Selain itu, Raja Wisnu Wardhana juga dapat menyatukan dua kerajaan warisan Raja Airlangga yaitu Jenggala dan Panjalu dalam kerajaan Tumapel. Sehingga pemberian nama “Jago” yang berarti manusia pilihan atau “Jajaghu” yang artinya keagungan, merupakan bentuk penghormatan terhadap Raja Jaya Wisnu Wardhana.

Candi Jago atau Jajaghu berada di Dusun Jago, selain itu juga disebut sebagai candi Tumpang, karena berada di kecamatan Tumpang. Warga sekitar terkadang juga menyebutnya sebagai Cungkup. Lokasi Candi Jago berjarak sekitar 7 km dari Candi Kidal, tempat pendharmaan Raja Anusapati, ayah Wisnu Wardhana.

Candi Jago atau Jajaghu

Candi Jago berada di pinggiran jalan dusun Jago. Berada di dalam pagar dan tepat di depan SD Negeri 1 Tumpang serta dikelilingi rumah-rumah penduduk. Seperti Candi Kidal dan Candi Singhasari, kawasan cagar budaya ini tidak memiliki tempat parkir yang cukup luas bagi wisatawan atau pengunjungnya.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Candi Jago, Tumpang, tampak belakang

Meskipun agak susah memarkirkan kendaraan, namun saat memasuki kawasan Candi Jago ini, kita akan disuguhi pemandangan heritage khas kerajaan tempo dulu. Sebuah candi yang megah dikelilingi hamparan rumput hijau dan taman yang indah. Kondisi cagar budaya ini sangat terawat dan tertata rapi.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Arca Mahasobya di area Candi Jago Tumpang, Malang

Selain bangunan utama candi, terdapat beberapa arca yang diletakkan terpisah yaitu arca Mahasobya yang telah hilang di bagian kepalanya dengan pendampingnya, arca dwarapala dan bangunan bekas tempat arca manjusri. Sedangkan arca Manjusri sendiri, saat ini berada di Museum Nasional Indonesia.

Bangunan utama Candi Jajaghu hampir seluruhnya dibangun menggunakan bahan batu andesit. Terlihat tumpukan batu andesit di sebelah toilet. Menurut Imam, juru kunci candi ini, tumpukan batu andesit tersebut adalah bagian atap dari Candi Jago yang masih rusak.

Arsitektur Candi Jago

Kitab Nagarakretagama menyebutkan diantara dua puluh tujuh candi makam, yang bertahan dalam keadaan hampir utuh hanyalah Candi Jago yang lebih dikenal sebagai Candi Tumpang. Meskipun sekarang tidak sepenuhnya utuh, namun masih terlihat indah dan megah sehingga dapat dibayangkan kemegahan dan keindahan candi ini ketika masih utuh.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Arsitektur Candi Jago yang unik dan menarik

Candi Jago memilliki ukuran panjang total adalah 23,71 meter, dengan lebar 14 meter dan tinggi 9,97 meter. Pada bagian dasar candi Jago memiliki desain dengan teras berundak atau bersusun dengan ukuran semakin keatas semakin mengecil. 

Menurut Nagarakretagama XLI/4 Candi Jago adalah candi Budha dimana di dalamnya terdapat arca Budha sebagai lambang mendiang Raja Wisnuwardhana dan dihiasi dengan berbagai relief seperti berikut ini.
  • Teras pertama memuat relief Kunjarakarna
  • Teras kedua terpahat relief Partayajna
  • Teras ketiga berisi relief Arjuna Wiwaha
  • Badan candi sendiri dihiasi dengan adegan Kalayawana
Ternyata, ada hubungan antara arca dewa yang disimpan di dalam candi dan hiasan relief candi terkait dengan perjalanan hidup Raja Jaya Wisnu Wardhana.

Hiasan relief pada teras pertama menunjukkan simpati raja Wisnuwardhana kepada agama Budha meskipun sang raja bukan pemeluk agama Budha. Pendewaan seorang raja sebagai Siwa dan Budha adalah suatu kebiasaan pada jaman Singhasari hingga Majapahit.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Arca Mahasobya sebelum rusak
Perwujudan Raja Jaya Wisnu Wardhana

Lalu, hiasan relief Partayajna di teras kedua menggambarkan perjuangan Wisnuwardhana untuk merebut kembali kerajaan Singasari dari tangan Panji Tohjaya seperti yang terdapat dalam serat Pararaton. 

Kemudian, hiasan relief Arjuna Wiwaha pada teras ketiga melambangkan perkawinan raja Wisnuwardhana dengan puteri Jayawardhani atau Waninghyun seperti terdapat dalam Piagam Wurare. 

Sedangkan relief Kalyanantaka yang terdapat pada badan candi, melambangkan pembasmian musuh raja Wisnuwardhana yang bernama Linggapati seperti yang disebut dalam kitab Nagarakretagama dan Pararaton.

Saat ini, pada bagian atap candi Jago sudah tidak terlihat bentuk aslinya, karena memang saat ini dalam kondisi yang rusak. Menurut penuturan dari warga sekitar, bahwa kerusakan pada atap candi Jago disebabkan karena tersambar petir. 

Sejarah Candi Jago

Dalam Nagarakretagama, pembangunan Candi Jago ini atas perintah Raja Kertanegara yang berlangsung sejak tahun 1268 hingga 1280 Masehi sebagai penghormatan kepada ayahnya yaitu Raja Singasari yang ke-4, Sri Jaya Wisnuwardhana yang mangkat pada tahun 1268. Ciri khas dari candi-candi Singhasari adalah hiasan relief atau patung berupa teratai seperti terdapat di Candi Jago ini.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Candi Jajaghu, Tumpang, Malang

Pada tahun 1343 Masehi, candi ini dipugar atas perintah dari Adityawarman, yaitu seorang raja dari Melayu yang masih memiliki hubungan darah dengan Hayam wuruk. Selain melakukan pemugaran, Adityawarman juga menambahkan arca Manjusri yang diletakkan di depan candi.

Namun sayang, saat ini, arca Manjusri sudah berpindah tempat yaitu disimpan di Museum Nasional Jakarta sehingga kita hanya menemukan bangunan yang menjadi bantalannya saja.

Prasasti Manjusri

Bangunan tambahan yang sekarang berada di depan candi Jago adalah Arca Manjusri. Pada bagian belakang arca ini dipahatkan sebuah prasasti yang disebut Prasasti Manjusri. Saat ini, Arca Manjusri beserta prasastinya telah dipindahkan ke Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214. 

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Arca Manjusri di Museum Nasional Jakarta

Karakter Manjusri dianggap sebagai personifikasi dari kebijaksanaan transenden Raja Wisnu Wardhana. Pada arca tersebut, digambarkan dia duduk di atas takhta berhiasan teratai yang gemerlapan, pada tangan kirinya ia memegang sebuah buku (sebuah naskah daun palem), tangan kanannya memegang pedang (yang bermakna untuk melawan kegelapan), dan pada dadanya dilingkari tali. Ia juga dikelilingi oleh empat dewa, yang semuanya bermakna replika dirinya sendiri.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Prasasti Manjusri, Museum Nasional Jakarta

Berikut ini adalah terjemahan teks dari prasasti Manjusri yang ditulis dalam aksara Jawa :
Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang berakal murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan harapan agar dapat membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana

Akses Menuju Candi Jago

Cara menuju ke Candi Jajaghu dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi baik roda empat maupun sepeda motor.

Akses menuju Candi Jajaghu tidaklah sulit asalkan kita dapat menemukan pasar Tumpang terlebih dahulu. Karena dari pasar ini jarak menuju Candi Tumpang agak dekat sehingga kita dapat menempuhnya dengan berjalan kaki.

Bagi Anda yang berasal dari luar Malang dan menggunakan angkutan umum, silahkan berhenti di terminal Arjosari kota Malang. Kemudian, naik Angkutan kota yang berwarna putih dengan tulisan Tumpang – Arjosari atau TA dan turun di Pasar Tumpang.

Tarif Masuk Candi Jago, Tumpang, Malang

Untuk dapat menikmati keindahan dan keunikan Candi Jago Tumpang, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk. Hanya membayar ongkos parkir dan sumbangan sukarela untuk pemeliharaan cagar budaya ini.

Objek Wisata Dekat Candi Jago

Untuk sampai di Tumpang, Anda harus melewati perjalanan yang cukup jauh sehingga sayang jika tidak mengunjungi objek wisata lain yang menarik dan dekat dengan Candi Jago ini. Berikut ini adalah beberapa objek wisata lain di Tumpang, Malang.
  • Candi Kidal, candi yang menjadi tempat perabuan Raja Anusapati, ayah Jaya Wisnuwardhana.
  • Lembah Tumpang, objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah karena sangat indah dan mengusung tema kerajaan.
  • Museum Topeng Panji, objek wisata baru yang mengemas edukasi sejarah dan hiburan dengan menyediakan kolam renang dan spot foto yang menarik.
  • Coban Cahe, air terjun alami dan eksotis di Tumpang
  • Sumber Pitu Tumpang
  • Gunung Bromo

Mengenal Tokoh Jaya Wisnu Wardhana

Menurut Prasasti Maribong yang ditemukan tahun 1248, Wisnuwardhana adalah raja ke-4 Singhasari yang memerintah pada tahun 1249-1268 dengan gelar Sri Jayawisnuwardhana Sang Mapanji Seminingrat Sri Sakala Kalana Kulama Dhumardana Kamaleksana. Sedangkan dalam Pararaton,  Wisnuwardhana dikenal dengan nama Ranggawuni, putra Anusapati, atau cucu Tunggul Ametung. 

Setelah kematian Ken Arok, terjadi pergeseran kekuasaan di antara keturunan Ken Arok dengan Tunggul Ametung. Jika dalam Pararaton, dikisahkan perebutan kekuasaan itu penuh dilumuri dengan darah akibat kutukan Keris Mpu Gandring, maka pada masa pemerintahan Wisnu Wardhana inilah terjadi perdamaian diantara kedua keluarga ini.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Bangunan tempat arca Manjusi di depan Candi Jago, Malang

Ranggawuni dan Mahisa Cempaka berasal dari keturunan Ken Dedes namun berbeda Ayah. Ranggawuni adalah cucu Tunggul Ametung sedangkan Mahisa Cempaka adalah cucu Ken Arok.

Setelah Tohjaya lengser, Ranggawuni yang merupakan cucu Tunggul Ametung, naik takhta bergelar Wisnuwardhana, sedangkan Mahisa Campaka, sepupu dan keturunan dari Ken Arok, menjadi Ratu Angabhaya bergelar Narasingamurti. Mereka memerintah bersama dengan rukun dan damai.

Pada masa pemerintahan bersama inilah, terjadi penyatuan dua kerajaan yaitu Janggala dan Panjalu oleh Raja Wisnuwardhana seperti yang diuraikan dalam prasasti Mahaksobhya. Meskipun di antara Keluarga raja Kediri ada yang keberatan dengan penyatuan kerajaan ini yaitu Sri Maharaja Lingga Chaya ( Linggapati). 

Dalam Nagarakretagama dan Pararaton selanjutnya menceritakan setelah naik takhta di Tumapel, Wisnuwardhana menghancurkan pemberontakan Linggapati di Mahibit. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1252.

candi jago; candi jago dan adityawarman; candi jago merupakan tempat perabuan raja; candi jago bercorak; candi jago malang jawa timur; candi jago sebagai makam raja; candi jago malang; candi jago terletak di; candi jago pdf; candi jago adalah peninggalan agama budha; jago; jajaghu; candi jajagu; tumpang
Tumpukan batu andesit bekas reruntuhan atap Candi Jago Tumpang

Dalam Pararaton disebutkan demi memajukan kemakmuran negara pada tahun saka 1193 Prabu Wisnuwardhana membuat pelabuhan di sungai Brantas dekat kota Majakerta yang terkenal dengan nama pelabuhan Canggu.

Pada tahun 1254 ibu kota Kerajaan Tumapel diganti nama dari Kutaraja menjadi Singhasari saat pengangkatan putranya yang bernama Kertanagara sebagai raja. Sedangkan Panji Patipati atau Mpu Kapat, orang yang menyelamatkan hidup mereka dari ancaman Panji Tohjaya, diangkat sebagai Dharmadikrama (hakim tertinggi) seperti terbukti dalam serat Kekancingan Gunung Wilis tahun saka 1191.

Raja JayaWisnuwardhana menurut Pararaton, mangkat pada tahun 1268, kemudian dicandikan di Waleri sebagai Siwa dan di Jajaghu sebagai Budha. Tidak berselang beberapa lama Narasingamurti juga wafat dan dimakamkan di Wengker dengan penghormatan Arca Siwa yang sangat indah di kumitir. 

Menurut Negarakertagama Narasinghamurti menurunkan Dyah Lembu Tal, yang di Candikan di Mireng sebagai Budha. Beliau berputra Raden Wijaya yang akan mendirikan kerajaan besar Majapahit.

Video Candi Jago Tumpang




Referensi :
  • Brandes, J.L.A., (1904), Beschrijving van de ruïne bij de desa Toempang, genaamd Tjandi Djago in de Residentie Pasoeroean, 's-Gravenhage-Batavia, Nijhoff/Albrecht.
  • Stutterheim, W.F., (1936), De dateering van eenige Oost-javaansche beeldengroepen, Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde. 76: 249-358. 
  • Bosch, F.D.K., (1921), De inscriptie op het Mansjuri-beeld van 1265 Caka, Bijdragen tot de Taal-, Land en Volkenkunde. 77: 194-201.

Mendulang Pahala Dengan Buka Bersama Ala SMANDA88 Malang

Mendulang Pahala Dengan Buka Bersama Ala SMANDA88 Malang – Buka puasa bersama atau “bukber” merupakan budaya yang sering dilakukan oleh umat muslim di Indonesia pada bulan Ramadhan. Satu tradisi yang tetap lestari hingga kini mengingat menggelar acara bukber ini memiliki banyak manfaat seolah mendulang pahala di bulan yang suci. 

buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Buka Bersama alumni SMANDA88 Malang

Pada umumnya, buka bersama dilakukan dengan mengundang teman-teman masa sekolah dulu, baik teman SD, SMP, SMA maupun teman masa duduk di bangku kuliah. Selain dapat semakin  mempererat tali silaturahmi, buka puasa bersama juga memberikan peluang bagi pengundangnya untuk mendulang pahala.

“... Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan maka hal itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari api neraka. Baginya pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala puasa orang yang diberi buka tersebut.” Dari Sa’id bin Musayab dari Salman.
 “Ya Rasulullah, tidak setiap kami dapat memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah bersabda, “Allah akan memberikan pahala yang demikian ini kepada orang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa meskipun hanya dengan susu encer, sepotong kurma, atau seteguk air. Dan barang siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum dari telagaku di mana setelahnya ia tak akan haus sampai masuk ke dalam surga...” (Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi, Tafsir Ma’alimut Tanzil [Kairo: Darul Alamiyah, 2016], jil. 1, hal. 196 – 197)
Itulah beberapa hadist yang menunjukkan betapa buka bersama adalah kegiatan yang banyak mengandung hikmah dan manfaat.

Buka Bersama Ala SMANDA88 Malang

Dalam rangka melestarikan tradisi dan berusaha mengais pahala di bulan puasa, alumni SMA Begeri 2 Malang angkatan 1988 juga mengadakan buka puasa bersama bertempat di kediaman Yuntyas, Jl. Lumba-lumba, Blimbing, Malang. Pada tahun-tahun sebelumnya, alumni SMANDA88 Malang ini juga mengadakan bukber ditempat yang sama.

buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Kikil, sajian khas Jatim untuk bukber

buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Lumpia, salah satu sajian bukber SMANDA88
buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Pete dan sambel sajian buka bersama alumni SMANDA88 mALANG

Beberapa alumni saling bahu-membahu untuk menyediakan makanan dan minuman yang mereka masak sendiri serta buah-buahan.  Dalam masa persiapan, beberapa alumni terlihat sibuk melakukan tugasnya masing-masing, ada yang mengupas bawang, menyiangi sayuran, memotong daging dan ayam serta menguleg sambel.

buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Seorang alumni smanda88 tampak piawai "menguleg" sambel

Dan, ketika waktu berbuka tiba, tampak raut kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka. Betapa senang hati mereka saat melihat teman-teman yang diundang, makan dengan lahapnya.

buka bersama; buka bersama poster; buka bersama dan santunan ana yatim; buka bersama bahasa inggris; buka bersama bahasa arab; buka bersama saat ramadhan; buka bersama oppo bir bintang; buka bersama presiden jokowi; buka bersama di fave hotel; bukber; ngabuburit
Berbuka puasa dengan lahap dan menyenangkan
Semoga Allah melimpahkan pahala yang berlimpah kepada mereka.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Hibban bin Abi Jandah, “Sesungguhnya sedekah yang paling cepat sampai ke langit adalah bila seseorang menyiapkan makanan yang baik lalu ia mengundang saudara-saudaranya untuk menikmatinya” (Zainudin Al-Malibari, Irsyadul ‘Ibaad [Jakarta: Darul Kutul Al-Islamiyah, 2010], hal. 82).

Menatap Halal Bihalal Menjalin Silaturahmi

Nah, dalam kesempatan buka puasa bersama ini, alumni SMANDA88 mencoba merencanakan acara halal bihalal untuk menjalin silaturahmi bersama teman-teman satu angkatan baik yang ada di kota Malang maupun yang berada diluar kota. Karena pada hari Raya Iedhul Fitri, biasanya mereka yang berada diluar kota, kembali ke kampung halamannya.

Karena keterbatasan waktu liburnya, mereka tidak sempat menjalin silaturahmi dengan teman-teman masa SMA dengan mendatanginya satu per satu. Sehingga acara halal bihalal yang diadakan di satu tempat dimana semua teman dapat berkumpul, akan lebih memudahkan mereka untuk menjalin silaturahmi.

Dalam rangka menatap Halal Bihalal dan menjalin silaturahmi, maka acara kumpul-kumpul alumni SMANDA88 Malang tahun 2019 ini, direncanakan pada :

  • Tanggal : 11 Juni 2019 
  • Tempat : Bunga Cengkeh Homestay & Café
  • Waktu  : Pukul 9.00 WIB hingga selesai.

Nah, itulah kegiatan alumni SMA Negeri 2 Malang dalam mengisi bulan puasa dan merencanakan acara Halal Bihalal untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan.

Penutup

Ketika bersama-sama dengan teman, saudara maupun tetangga di lingungan kita. Tidak dapat dipungkiri, apabila terjadi gesekan-gesekan di antara kita sehingga alangkah baiknya apabila kita mau melakukan interopeksi diri lalu menyadari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan, kemudian meminta maaf.
Iri hati, dendam, kesombongan dan kebencian dan lain-lain hanya akan menjadi beban bagi jiwa kita. Maka buanglah dan lepaskanlah …” Anonim.
Maka, senyampang masih berada di bulan Puasa, bulan yang penuh berkah, marilah kita membersihkan diri dari noda-noda batin. Dan, hari Lebaran, adalah kesempatan bagi kita untuk mencuci bersih kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan kepada teman-teman. Meskipun hanya sebuah tulisan dan kata-kata saja. Terlebih lagi jika perbuatan yang menyakiti hatinya.

Nah, tunggu apalagi?


Tri Suci Waisak 2019 Di Candi Sumberawan Dengan Tajuk "Sendyakala Kasuranggan"

Tri Suci Waisak 2019 Di Candi Sumberawan  - Peringatan Hari Tri Suci Waisak pada tahun 2019 ini jatuh pada hari Minggu, 19 Mei 2019. Ratusan umat Budha dari Tengger, Solo, Jogyakarta dan Malang bersama umat Bergama lain merayakan hari Waisak ini di pelataran Candi Sumberawan, Desa Toyomarto, kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan tajuk “Sendyakala Kasuranggan”.

Candi Sumberawan atau Taman Kasuranggan ini merupakan satu-satunya candi berbentuk stupa yang ada di Jawa Timur sehingga Wali Umat Buddha Indonesia atau WALUBI Malang Raya menjadikan peringatan Tri Suci Waisak ditempat ini sebagai agenda rutin tahunan.

Sedangkan penggunaan kata “Sendyakala” yang bermakna waktu senja atau menjelang senja atau menjelang waktu Maghrib, karena pada tahun ini Perayaan Tri Suci Waisak bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang dirayakan oleh umat Islam. Sehingga selain merayakan hari Waisak, acara “Sendyakala Kasuranggan” ini juga diisi dengan kegiatan “ngabuburit” atau buka bersama. 

Tidak hanya itu, undangan yang hadir pada acara ini juga disuguhi dengan atraksi seni dari sanggar tari Malang Dance dan kegiatan budaya lainnya.

Menyaksikan Keragaman di Candi Sumberawan

Hari Minggu itu, suasana Kompleks Candi Sumberawan tampak meriah. Sepanjang pintu masuk area candi Sumberawan dihiasi dengan umbul-umbul berwarna kuning. Sementara di dalam pelataran candi didirikan tenda-tenda besar yang diperuntukkan bagi umat Budha dan undangan yang beragama lain pada tenda tersendiri.

Sumberawan; candi Sumberawan; stupa Sumberawan; taman kasuranggan; kasuranggan; mata air Sumberawan; toyomarto; singosari; majapahit; hayam wuruk; walubi; wali umat budha; dwi cahyono
Kemeriahan Candi Sumberawan pada hari Waisak 2019

Dan, undangan yang hadir pada acara ini juga berwarna warni. Puluhan umat Budha dari gunung Bromo atau Tengger baik laki-laki maupun perempuan, mengenakan pakaian yang menjadi ciri khasnya yaitu hitam-hitam. Sementara umat Budha lainnya mengenakan seragam kaos berwarna kuning atau putih. Dan, undangan lainnya mengenakan pakaian bebas.

Sumberawan; candi Sumberawan; stupa Sumberawan; taman kasuranggan; kasuranggan; mata air Sumberawan; toyomarto; singosari; majapahit; hayam wuruk; walubi; wali umat budha; dwi cahyono
Warna warni Perayaan Tri Suci Waisak di Taman Kasuranggan

Sehingga melihat keragaman warna pakaian yang mereka kenakan seolah melihat keragaman bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya serta tercermin dalam slogan “Bhineka Tunggal Ika,” berbeda-beda namun tetap satu yaitu Indonesia.

Acara yang digagas oleh Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang bersama WALUBI Malang Raya ini memang bertujuan untuk mempererat kerukunan antar umat beragama di Indonesia khususnya Malang Raya. 

Detik-detik Tri Suci Waisak

Pelaksanaan acara Waisak dimulai sejak hari Sabtu sebelumnya dengan melakukan penyucian Rupang (patung Buddha) dari Wihara Kertanegara, Lembah Dieng. Rupang tersebut, selanjutnya diletakkan di atas altar yang dibangun di depan candi Sumberawan bersama perangkat upacara lainnya.

Kemudian, tepat pada saat jatuhnya detik-detik Waisak, umat Budha melakukan ritual Pradaksina yang memiliki makna  perjalanan Sang Guru  atau Buddha Sidharta Gautama dalam menemukan kebenaran. Ritual Pradaksina merupakan upacara mengelilingi Candi Sumberawan sebanyak tiga kali searah jarum jam dengan membawa usungan berisi patung Budha, tirta amerta dan perlengkapan sesajian lainnya.

Sumberawan; candi Sumberawan; stupa Sumberawan; taman kasuranggan; kasuranggan; mata air Sumberawan; toyomarto; singosari; majapahit; hayam wuruk; walubi; wali umat budha; dwi cahyono
Ritual Pradaksina di Candi Sumberawan
Gambar : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dengan melakukan ritual Pradaksina ini, diharapkan umat Budha dapat meneladani nilai-nilai luhur Budha Gautama dalam perjalanannya menemukan kebenaran sejati.

Peringatan Tri Suci Waisak di Candi Sumberawan ini diikuti oleh tujuh majelis yang ada di Malang Raya yaitu Buddha Terawada, Buddha Mahayana, Buddha Tantrayana, Buddha Budayana, Buddha Kasubatan, Buddha Kasunyatan, dan Buddha Jawi. 

Penutup

Memperingati Hari Tri Suci Waisak di objek wisata sejarah seperti Candi Sumberawan dengan pemandangan alam yang menawan ini memang memiliki suasana yang jauh berbeda dibandingkan ditempat lain. Lebih khidmat, lebih khusyu dan lebih berwarna.

Pada masa kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk, wilayah Sumberawan ini merupakan tanah yang dihadiahkan sang raja kepada para pendeta Budha yang bermukim ditempat ini atau disebut tanah Kasogatan. Dan, stupa Sumberawan memang dibangun untuk menghormati para pemeluk agama Budha di tempat ini. 

Sumberawan; candi Sumberawan; stupa Sumberawan; taman kasuranggan; kasuranggan; mata air Sumberawan; toyomarto; singosari; majapahit; hayam wuruk; walubi; wali umat budha; dwi cahyono
Sendyakala Kasuranggan 2019

Majapahit dan Singosari, merupakan kerajaan pada masa lalu dimana rakyatnya  menganut bermacam-macam agama seperti Hindu, Budha, Hindu-Budha dan lain-lain. Dan, toleransi antar umat beragama pada masa itu juga sangat kuat.

Meskipun Candi Sumberawan dibangun untuk umat Budha, namun umat beragama lain atau masyarakat umum tetap dapat menikmati keindahan alam, mempelajari sejarah dan melakukan kegiatan lainnya di Sumberawan atau lebih dikenal pada masa lalu dengan nama “Kasuranggan.”

Maka, “Sendyakala Kasuranggan” ini merupakan acara yang meneladani jejak sejarah Majapahit dalam mempererat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Sumber : Prof. Dr. Slamet Mulyana, Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya

Kita Harus Bangga Menjadi Warga Malang ! Ternyata, Ken Arok Adalah Seorang Ahli Pembuat Emas

Ken Arok Adalah Seorang Ahli Pembuat Emas - Dikisahkan dalam Pararaton, jika ketenaran nama Ken Arok sebagai seorang perampok membuat takut banyak orang sehingga ia mendapat julukan sebagai Penguasa Padang Karaotan. Namun, tidak semua orang menjadi sasaran kejahatan Ken Arok. Inilah yang terjadi pada Pu Palot, seorang pendeta dari desa Turyantapada, sekarang menjadi Turen.

ken arok; ken angrok; joko lola; singosari; singhasari; tumapel; situs karuman; situs sekaran; sekarpuro; prasasti turriyan; turen; situs watu godek; mpu sindok
Ternyata, Ken Arok Adalah Seorang Ahli Pembuat Emas
Gambar : liputan6.com

Pu Palot memiliki keahlian dalam membuat emas. Ilmunya ini didapatkan dari para pendeta di Kabalon yang memang dikenal ahli dalam membuat emas. Saat itu, Pu Palot mau pulang kembali ke Turyantapada dengan membawa emas seberat 5  tail. Tetapi, ia takut pulang sendiri karena terdengar kabar adanya perampok bernama Ken Arok tengah mencari mangsa sehingga ia tidak berani melanjutkan perjalanannya.

Ketika itulah, ia bertemu dengan seorang pemuda yang tidak lain adalah Ken Arok sendiri dan Pu Palot tidak mengenalinya.

Akan pergi kemanakah tuan?” Tanya Ken Arok.

Saya dari Kabalon, akan pulang ke Turyantapada, tapi saya takut karena di perjalanan ada perampok bernama Ken Angrok,"' jawab Pu Palot.

Jangan takut tuan. Mari saya antarkan pulang ke Turyantapada ! Jika perampok bernama Ken Arok itu muncul, biar saya yang akan melawannya.” Kata Ken Arok sambil tersenyum.

Pu Palot sangat senang dan merasa berhutang budi ada orang yang mau mengantarkannya pulang ke tempat tinggalnya sehingga sesampainya di Turyantapada, ia memberikan ilmu membuat emas kepada Ken Arok sebagai balas jasanya. 

Ken Arok belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dalam waktu singkat ia memiliki keahlian seperti Pu Palot.  Pu Palot merasa senang, lalu mengangkat Ken Arok sebagai anaknya. Sehingga oleh Ken Arok, Turyantapada diakui sebagai daerahnya Bapa. 

Karena ilmu tentang membuat emas yang dimiliki oleh Pu Palot dirasa kurang, maka Pu Palot menyuruh Ken Arok pergi ke Kabalon untuk memperdalam keahliannya dalam membuat emas pada para pendeta di sana dengan membawa sisa bahan emas yang dimilikinya.

Ken Arok berangkat ke Kabalon. Namun, sesampainya disana, penduduk Kabalon tidak percaya kepadanya.

Semoga ada bunga di perapian.” Kata Ken Arok marah sambil berusaha menusuk seorang penduduk Kabalon dengan keris. Tetapi, penduduk Kabalon itu lari ke kediaman para pendeta lalu mengadukan perbuatan Ken Arok. Sehingga kaum pertapa di Kabalon keluar dengan membawa berbagai peralatan, mengejar Ken Arok.

Ken Arok tak berdaya dikeroyok oleh orang-orang Kabalon. Namun, saat mereka hendak membunuhnya, terdengar suara dari langit.

Wahai para pertapa, jangan bunuh orang itu ! Ia adalah anakku,tugasnya  di dunia ini masih belum selesai.”

Mendengar suara itu, mereka ketakutan. Lalu, Ken Arok ditolong dan tujuannya untuk memperdalam ilmu membuat emas diterima. Setelah kemampuan dalam membuat emas semakin mahir, maka Ken Arok bersumpah, “tidak ada pertapa di sebelah timur Gunung Kawi yang tidak mengenal ilmu membuat emas dengan baik.

Lalu, Ken Arok kembali ke Turyantapada dan menularkan ilmu membuat emas kepada para pertapa disana sehingga para pendeta di daerah ayah angkatnya ini dikenal pandai membuat emas.

Jejak Sejarah Keahlian Membuat Emas Ken Arok

Situs Sekaran, Sekarpuro, Malang

Baru-baru ini, telah ditemukan situs purbakala di daerah Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Malang. Lokasi situs ini tidak jauh dari daerah Kabalon yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kebalen, tempat dimana dulu Ken Arok memperdalam ilmu membuat emas.

ken arok; ken angrok; joko lola; singosari; singhasari; tumapel; situs karuman; situs sekaran; sekarpuro; prasasti turriyan; turen; situs watu godek; mpu sindok
Situs Sekaran, Sekarpura, Malang

Menurut arkeolog BPCB Jawa Timur, situs Sekaran ini adalah tempat pertapaan pada masa kerajaan sebelum Majapahit atau pada masa kerajaan Singhasari. Dan, saat ditemukan pertama kali, terdapat banyak emas dan perhiasan di daerah ini.

Sehingga, cerita yang terdapat dalam serat Pararaton tentang keahlian pendeta Kabalon dalam membuat emas mendekati kenyataan. Karena, jika ekskavasi situs Sekaran ini diperluas, maka akan terhubung sampai ke wilayah Kebalen atau Kabalon.

Asal Nama Tlogomas

Jejak sejarah berkaitan dengan keahlian Ken Arok dalam membuat emas dapat ditelusuri di Situs Karuman, Tlogomas Gg. VIII, Dinoyo, Malang. Pada masa lalu, daerah ini disebut dalam Pararaton sebagai dukuh Karuman, tempat kediaman Bango Samparan, ayah angkat Ken Arok.

ken arok; ken angrok; joko lola; singosari; singhasari; tumapel; situs karuman; situs sekaran; sekarpuro; prasasti turriyan; turen; situs watu godek; mpu sindok
Situs Karuman, Tlogomas, Dinoyo, Malang

Selain ditemukan jejak sejarah keberadaan Ken Arok di tempat ini berupa goa dan petirtaan, nama “tlogomas” yang dikenal sekarang ini, menjadi bukti sejarah apabila Joko Lola adalah seorang yang ahli dalam membuat emas. Tlogomas berasal dari kata “telogo” yang berarti telaga dan “emas”. 

Menurut penuturan Elang, pengelolah Situs Karuman, pada jaman dulu, sebelum dibuatkan pemandian, sumber air di situs Karuman ini mengalir membentuk sebuah telaga. Saat hujan turun, tetesan air dari langit yang menimpa telaga ini terlihat seperti gumpalan-gumpalan emas sehingga daerah ini disebut sebagai Tlogo Mas atau Telaga Emas.

Apakah fenomena ini hanya satu kebetulan saja atau berhubungan dengan keberadaan Joko Lola atau Ken Arok di daerah ini? 

Tentunya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya ada keterkaitan dan benang merahnya seperti halnya dengan keberadaan Joko Lola atau Ken Arok yang ahli dalam membuat emas dengan dukuh Karuman ini sehingga nama daerah ini berubah menjadi Tlogomas.

Prasasti Turriyan atau Situs Watu Godek

Prasasti Turriyan atau lebih dikenal dengan nama Situs Watu Godek dibuat pada 24 Juli 929 M atau 851 Saka. Konon, prasasti ini merupakan pennggalan Raja Empu Sindok. Dan prasasti ini merupakan cikal bakal nama Turen yang dalam Pararaton disebut Turyantapada.

ken arok; ken angrok; joko lola; singosari; singhasari; tumapel; situs karuman; situs sekaran; sekarpuro; prasasti turriyan; turen; situs watu godek; mpu sindok
Prasasti Trriyan, Turen, Malang

Selain menjadi jejak keberadaan Ken Arok di desa Turyantapada atau Turriyan atau Turen saat ini, apakah ada hubungan antara Mpu Sindok dengan pemuda dari dusun Pangkur ini?

Pada masa lalu, para pujangga mengungkapkan segala sesuatu dengan simbol atau menggunakan perumpamaan atau kiasan guna menutupi fakta yang sebenarnya. Masih dalam perdebatan para ahli sejarah tentang kaitan antara Mpu Sindok dengan Ken Ndog, ibu dari Ken Arok.

Kisah Pu Palot dalam Pararaton diatas, masih harus ditelusuri lebih jauh lagi. Jika memang, ia membawa emas seberat 5 tail, yang pada waktu itu merupakan benda yang sangat berharga, tentunya, ia tidak mau diantarkan oleh orang yang baru dikenalnya begitu saja.

Alasan yang masuk akal adalah Pu Palot sudah mengenal Ken Arok terlebih dahulu sebagai seseorang yang memiliki hubungan dengan Mpu Sindok karena Turyantapada atau Turriyan adalah wilayah kekuasaannya. Sehingga, dengan tujuan merubah kenakalan pemuda ini, Pu Palot mau diantarkan lalu mengajarkan ilmu membuat emas agar Ken Arok tidak merampok lagi.

Atau Pu Palot mendapat perintah dari Mpu Sindok untuk menemui Ken Arok lalu merubah cara hidupnya? 

Penutup

Emas. Sejak jaman dulu hingga sekarang merupakan benda sangat berharga. Bahkan, status sosial seseorang dapat dinilai dari jumlah emas  yang dimilikinya. Begitu pula dengan kerajaan-kerajaan pada masa lalu.

Dalam rangka menjadi seorang raja, tentunya Ken Arok membutuhkan banyak emas untuk membiayai perjuangannya sehingga ia belajar cara membuat emas dan menyebar-luaskan ilmu yang langka ini kepada pendeta di Turyantapada.

Maka, wajarlah kita sebagai warga Malang, tempat dimana sosok Ken Arok berkiprah, merasa bangga apabila leluhurnya adalah seorang raja besar dan seorang ahli pembuat emas.