Sumber Gentong, Pakis, Malang - Di wilayah kecamatan Pakis, Kabupaten Malang memang memiliki banyak objek wisata air seperti Taman Wisata Air Wendit, Pemandian Wendit Lanang dan yang paling baru adalah Sumber Gentong. Sumber yang berbentuk seperti sebuah gentong ini terletak Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, sumber Gentong ini berupa rawa-rawa sebagai resapan air hujan dan digunakan sebagai tempat pemancingan warga setempat. Karena belum dikelolah, maka tempat ini terkesan seram dan angker. Terlebih lagi sering digunakan sebagai tempat ritual mandi oleh para pejalan malam sehingga kesan mistis begitu kental menyelimuti sumber air ini.
Suasana Asri dan alami di Sumber Gentong, Pakis, Malang
Namun, dengan semakin banyak bermunculan kampung-kampung wisata di Malang Raya, membuat warga Desa Tirtomoyo mengolah potensi wisata alam daerahnya sehingga semenjak Februari 2018, Sumber Gentong berubah menjadi objek wisata alam baru yang penuh daya tarik.
Daya Tarik Sumber Gentong
Sebagai objek wisata baru, Sumber Gentong memang belum tertata rapi dengan berbagai wahana permainan yang melengkapinya. Namun, secara perlahan, perbaikan demi perbaikan dilakukan untuk memperbaiki infra struktur dan menambah beberapa fasilitas pendukung.
Berikut ini adalah beberapa daya tarik Sumber Gentong
Pemandangan Alam dan Suasana tenang
Sejak memasuki pintu gerbang Sumber Gentong, pengunjung akan disuguhi dengan hijuanya pepohonan sepanjang jalan. Udara yang sejuk dan suasana tenang turut serta menemani perjalanan kita.
Pemandangan alam indah dan suasana tenang di SUmber Gentong
Dan, sesampainya di Sumber Gentong, kita akan melihat dua hamparan air yang dikelilingi pepohonan. Satu kolam air digunakan untuk mandi dan berenang untuk anak-anak dan orang dewasa. Sedangkan kolam satunya, belum dikelolah secara maksimal, hanya dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan.
Warung Sumber Gentong
Nah, ini yang menarik. Sebuah warung makan yang dilengkapi dengan pendopo dan gazebo-gazebo kecil terbuat dari kayu. Semuanya dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen-ornamen unik sehingga memberi kesan klasik dan antik serta heritage.
Warung Sumber Gentong, Unik dan Klasik
Bagi penggemar fotografi, tentunya akan dimanjakan dengan berbagai spot foto yang unik dan menarik serta instagramable ini.
Spot foto unik, menarik dan instagramable di Sumber Gentong Malang
Selain disedikan bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga, teman dan kerabat, pendopo Warung klasik ini juga disewakan untuk acara pertemuan atau kebersamaan lainnya. Harganya, lebih miring dibandingkan tempat pertemuan lainnya di kota Malang.
Jam Buka Sumber Gentong
Sumber Gentong mulai beroperasi sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Namun, bagi para pejalan malam, tempat ini terbuka hingga dini hari kecuali warungnya.
Sedangkan Warung Sumber Gentong buka mulai 08.00 hingga 22.00 WIB
Lokasi Sumber Gentong Malang
Akses Menuju Sumber Gentong
Ada dua cara untuk menuju Sumber Gentong yaitu dari arah desa Mangliawan dan melalui perumahan Araya Malang.
Dari Desa Mangliawan
Dari Dusun Wendit Utara, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, kita menuju ke arah utara. Kurang lebih satu kilometer, kita akan melihat sebuah gapura masuk Desa Tirtomoyo. Jalan terus saja ke arah utara, hingga sekitar 300 meter, maka kita akan menemukan perempatan.
Lalu, dari perempatan kecil itu, belok kiri menuju arah barat atau menuju jalan tembusan Perumahan Araya. Kemudian, sebelum tanjakan perumahan Araya, belok ke kiri, maka kita akan menemukan penunjuk arah menuju ke Sumber Gentong.
Selain itu, sudah banyak terdapat papan petunjuk arah sehingga jalan menuju ke Sumber Gentong cukup mudah untuk ditemukan. Kondisi jalanannya cukup bagus sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dari Perumahan Araya
Dari arah Surabaya atau Malang utara, kita lebih dekat jika melalui Perumahan Araya, Blimbing, Malang. Setelah memasuki perumahan Araya, kita jalan lurus saja hingga menemukan pintu depan gerbang Araya, terus saja sampai menemukan gerbang belakang, lalu belok kanan hingga menemukan perempatan yang dekat dengan masjid berwarna hijau.
Dari perempatan kecil itu, belok kanan dan jalan lurus hingga menemukan gerbang selamat datang Sumber Gentong. Ikuti jalannya sampai menemukan Sumber Gentong.
Tarif Masuk Sumber Gentong
Untuk menikmati kesegaran air Sumber Gentong, pengunjung tidak dikenakan tarif khusus karena objek wisata ini masih baru. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja.
Namun, untuk menikmati spot-spot foto yang unik dan menarik, setidaknya kita juga menikmati kuliner yang disediakan di Warung Sumber Gentong dengan harga yang cukup terjangkau.
Foto-foto Menarik di Sumber Gentong
Video Event di Sumber Gentong
Berikutini adalah video-video terkait dengan Sumber Gentong, Pakis, Malang.
Penutup
Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang objek wisata baru di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yaitu Sumber Gentong. Sebuah sumber air yang berbentuk seperti sebuah gentong atau tempat air jaman dulu dan mengalir sepanjang masa.
Sumber Gentong, Pakis, Malang - Di wilayah kecamatan Pakis, Kabupaten Malang memang memiliki banyak objek wisata air seperti Taman Wisata Air Wendit, Pemandian Wendit Lanang dan yang paling baru adalah Sumber Gentong. Sumber yang berbentuk seperti sebuah gentong ini terletak Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, sumber Gentong ini berupa rawa-rawa sebagai resapan air hujan dan digunakan sebagai tempat pemancingan warga setempat. Karena belum dikelolah, maka tempat ini terkesan seram dan angker. Terlebih lagi sering digunakan sebagai tempat ritual mandi oleh para pejalan malam sehingga kesan mistis begitu kental menyelimuti sumber air ini.
Suasana Asri dan alami di Sumber Gentong, Pakis, Malang
Namun, dengan semakin banyak bermunculan kampung-kampung wisata di Malang Raya, membuat warga Desa Tirtomoyo mengolah potensi wisata alam daerahnya sehingga semenjak Februari 2018, Sumber Gentong berubah menjadi objek wisata alam baru yang penuh daya tarik.
Daya Tarik Sumber Gentong
Sebagai objek wisata baru, Sumber Gentong memang belum tertata rapi dengan berbagai wahana permainan yang melengkapinya. Namun, secara perlahan, perbaikan demi perbaikan dilakukan untuk memperbaiki infra struktur dan menambah beberapa fasilitas pendukung.
Berikut ini adalah beberapa daya tarik Sumber Gentong
Pemandangan Alam dan Suasana tenang
Sejak memasuki pintu gerbang Sumber Gentong, pengunjung akan disuguhi dengan hijuanya pepohonan sepanjang jalan. Udara yang sejuk dan suasana tenang turut serta menemani perjalanan kita.
Pemandangan alam indah dan suasana tenang di SUmber Gentong
Dan, sesampainya di Sumber Gentong, kita akan melihat dua hamparan air yang dikelilingi pepohonan. Satu kolam air digunakan untuk mandi dan berenang untuk anak-anak dan orang dewasa. Sedangkan kolam satunya, belum dikelolah secara maksimal, hanya dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan.
Warung Sumber Gentong
Nah, ini yang menarik. Sebuah warung makan yang dilengkapi dengan pendopo dan gazebo-gazebo kecil terbuat dari kayu. Semuanya dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen-ornamen unik sehingga memberi kesan klasik dan antik serta heritage.
Warung Sumber Gentong, Unik dan Klasik
Bagi penggemar fotografi, tentunya akan dimanjakan dengan berbagai spot foto yang unik dan menarik serta instagramable ini.
Spot foto unik, menarik dan instagramable di Sumber Gentong Malang
Selain disedikan bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga, teman dan kerabat, pendopo Warung klasik ini juga disewakan untuk acara pertemuan atau kebersamaan lainnya. Harganya, lebih miring dibandingkan tempat pertemuan lainnya di kota Malang.
Jam Buka Sumber Gentong
Sumber Gentong mulai beroperasi sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Namun, bagi para pejalan malam, tempat ini terbuka hingga dini hari kecuali warungnya.
Sedangkan Warung Sumber Gentong buka mulai 08.00 hingga 22.00 WIB
Lokasi Sumber Gentong Malang
Akses Menuju Sumber Gentong
Ada dua cara untuk menuju Sumber Gentong yaitu dari arah desa Mangliawan dan melalui perumahan Araya Malang.
Dari Desa Mangliawan
Dari Dusun Wendit Utara, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, kita menuju ke arah utara. Kurang lebih satu kilometer, kita akan melihat sebuah gapura masuk Desa Tirtomoyo. Jalan terus saja ke arah utara, hingga sekitar 300 meter, maka kita akan menemukan perempatan.
Lalu, dari perempatan kecil itu, belok kiri menuju arah barat atau menuju jalan tembusan Perumahan Araya. Kemudian, sebelum tanjakan perumahan Araya, belok ke kiri, maka kita akan menemukan penunjuk arah menuju ke Sumber Gentong.
Selain itu, sudah banyak terdapat papan petunjuk arah sehingga jalan menuju ke Sumber Gentong cukup mudah untuk ditemukan. Kondisi jalanannya cukup bagus sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dari Perumahan Araya
Dari arah Surabaya atau Malang utara, kita lebih dekat jika melalui Perumahan Araya, Blimbing, Malang. Setelah memasuki perumahan Araya, kita jalan lurus saja hingga menemukan pintu depan gerbang Araya, terus saja sampai menemukan gerbang belakang, lalu belok kanan hingga menemukan perempatan yang dekat dengan masjid berwarna hijau.
Dari perempatan kecil itu, belok kanan dan jalan lurus hingga menemukan gerbang selamat datang Sumber Gentong. Ikuti jalannya sampai menemukan Sumber Gentong.
Tarif Masuk Sumber Gentong
Untuk menikmati kesegaran air Sumber Gentong, pengunjung tidak dikenakan tarif khusus karena objek wisata ini masih baru. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja.
Namun, untuk menikmati spot-spot foto yang unik dan menarik, setidaknya kita juga menikmati kuliner yang disediakan di Warung Sumber Gentong dengan harga yang cukup terjangkau.
Foto-foto Menarik di Sumber Gentong
Video Event di Sumber Gentong
Berikutini adalah video-video terkait dengan Sumber Gentong, Pakis, Malang.
Penutup
Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang objek wisata baru di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yaitu Sumber Gentong. Sebuah sumber air yang berbentuk seperti sebuah gentong atau tempat air jaman dulu dan mengalir sepanjang masa.
Labhagga Pacung Restaurant & Cafe, Bedugul, Tabanan, Bali
Terutama bagi Anda yang berencana berwisata ke Bedugul. Karena Labhagga Pacung Restaurant terletak di Pacung jalan raya Baturiti, Bedugul, Tabanan, Bali. Lokasinya strategis dan mudah ditemukan saat melakukan perjalanan tour menuju Bedugul.
Memang tidak banyak pilihan kuliner halal saat berwisata ke Bali, mengingat pulau Dewata ini selain masyoritas penduduknya beragama Hindu, juga menjadi destinasi wisata dari turis dari berbagai belahan dunia. Sehingga kuliner di Bali bersifat universal yang dapat diterima oleh lidah dan selera turis mancanegara.
Menu Buffet di Labhagga Pacung Restaurant & Cafe
Nah, ditengah kebingungan mencari kuliner halal di Bali, Labhagga Restaurant and Sky Lounge menyediakan makanan halal 100% tanpa produk daging babi dan sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Labhagga Resto ini melayani pelanggan mulai dari sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Tidak hanya makanan tradisional Indonesia saja tapi Labhagga juga menyediakan chinesse food dan western food yang halal.
Labhagga Pacung Resto & Cafe
Dengan latar pemandangan alam yang indah dan unik
Labhagga terletak di atas ketinggian 700 meter dari permukaan laut, dengan suhu 18 derajat celcius, menyebabkan suhu udara yang sejuk dan segar. Pemandangan alam di sekitarnya juga sangat menawan berupa alam pegunungan dan bukit-bukit yang indah dipadu dengan hamparan sawah yang hijau luas dan menyejukkan mata.
Pemandangan alam di sekitar Labhagga Restaurant & Sky Lounge
Selain kelezatan kulinernya, itulah salah satu daya tarik Labhagga Resto sehingga banyak wisatawan lebih suka menikmati makan siang di sini sambil merasakan kesegaran udara dan melihat pemandangan alam yang indah.
Underground Labhagga Resto & Cafe
Labhagga Pacung restaurant ini memiliki kapasitas 500 tempat duduk sehingga menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan yang datang berombongan maupun sendiri-sendiri. Selain itu, karyawan yang profesional dan ramah akan siap melayani dan menyambut kedatangan para wisatawan.
Lokasi Labhagga Pacung Restauran
Labhagga Pacung Restaurant & Sky Lounge berdiri sejak tahun 2010. Berlokasi di Jalan Raya Bedugul No.168, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Jam Operasional Labhagga Resto
Labhagga Restaurant buka setiap hari dengan menyajikan buffet menu mulai pukul 08.00 – 17.00.
Labhagga Pacung Restaurant & Cafe, Bedugul, Tabanan, Bali
Terutama bagi Anda yang berencana berwisata ke Bedugul. Karena Labhagga Pacung Restaurant terletak di Pacung jalan raya Baturiti, Bedugul, Tabanan, Bali. Lokasinya strategis dan mudah ditemukan saat melakukan perjalanan tour menuju Bedugul.
Memang tidak banyak pilihan kuliner halal saat berwisata ke Bali, mengingat pulau Dewata ini selain masyoritas penduduknya beragama Hindu, juga menjadi destinasi wisata dari turis dari berbagai belahan dunia. Sehingga kuliner di Bali bersifat universal yang dapat diterima oleh lidah dan selera turis mancanegara.
Menu Buffet di Labhagga Pacung Restaurant & Cafe
Nah, ditengah kebingungan mencari kuliner halal di Bali, Labhagga Restaurant and Sky Lounge menyediakan makanan halal 100% tanpa produk daging babi dan sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Labhagga Resto ini melayani pelanggan mulai dari sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Tidak hanya makanan tradisional Indonesia saja tapi Labhagga juga menyediakan chinesse food dan western food yang halal.
Labhagga Pacung Resto & Cafe
Dengan latar pemandangan alam yang indah dan unik
Labhagga terletak di atas ketinggian 700 meter dari permukaan laut, dengan suhu 18 derajat celcius, menyebabkan suhu udara yang sejuk dan segar. Pemandangan alam di sekitarnya juga sangat menawan berupa alam pegunungan dan bukit-bukit yang indah dipadu dengan hamparan sawah yang hijau luas dan menyejukkan mata.
Pemandangan alam di sekitar Labhagga Restaurant & Sky Lounge
Selain kelezatan kulinernya, itulah salah satu daya tarik Labhagga Resto sehingga banyak wisatawan lebih suka menikmati makan siang di sini sambil merasakan kesegaran udara dan melihat pemandangan alam yang indah.
Underground Labhagga Resto & Cafe
Labhagga Pacung restaurant ini memiliki kapasitas 500 tempat duduk sehingga menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan yang datang berombongan maupun sendiri-sendiri. Selain itu, karyawan yang profesional dan ramah akan siap melayani dan menyambut kedatangan para wisatawan.
Lokasi Labhagga Pacung Restauran
Labhagga Pacung Restaurant & Sky Lounge berdiri sejak tahun 2010. Berlokasi di Jalan Raya Bedugul No.168, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Jam Operasional Labhagga Resto
Labhagga Restaurant buka setiap hari dengan menyajikan buffet menu mulai pukul 08.00 – 17.00.
Kampung Budaya Polowijen Malang - Kampung Budaya Polowijen berada di sisi kiri sungai kecil dan di seberangnya adalah tanah persawahan yang menjadi pembatas kampung ini dengan area pemakaman. Jalan beraspal mulus membelah area pemakaman ini menjadi dua. Sebelah kiri adalah tanah makam bernama “Petilasan Ken Dedes” sedangkan sisi kanannya adalah pemakaman muslim warga kelurahan Polowijen.
Kampung Budaya Polowijen atau KBP Blimbing, Malang
Sementara kampung budaya ini menempati gang sempit di ujung perkampungan. Satu lokasi yang kurang strategis bagi suatu objek wisata. Namun, sejak tahun 2016 kampung Budaya Polowijen atau KBP ini, banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara.
Ini yang menarik ! Mengapa orang-orang tersebut mau datang ke tempat terpencil ini? Apa kelebihan dan daya tarik kampung ini?
Pertanyaan itu akan keluar dari benak kita saat pertama kali dan belum mengenal lebih jauh Kampung Budaya Polowijen. Seperti yang dirasakan penulis saat datang pertama kali ke tempat ini bersama seorang teman.
Ki Demang Polowijen bersama teman penulis
Namun, pertanyaan itu segera terjawab ketika para penghuni kampung ini dengan ramah menyambut kedatangan kami. Meskipun penampilan kami pada waktu itu sedikit lusuh dan cenderung menyeramkan, tapi mereka dengan senyum lebar menyapa dan melayani layaknya kami adalah seorang tamu jauh.
Kesan pertama ini begitu menggoda sehingga penulis semakin tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang kampung budaya ini. Dan, melalui penuturan Isa Wahyudi yang akrab dipanggil Ki Demang, kami mendapatkan berbagai informasi berharga tentang potensi dan perjuangan warga Polowijen dalam mengubah kampung ini menjadi objek wisata edukasi tentang sejarah dan budaya.
Awalnya, kampung di pinggiran sungai ini terlihat kurang menarik seperti halnya kampung Jodipan dan kampung lainnya di pinggir sungai Brantas. Terkesan kurang tertata dan cenderung kumuh. Namun sekarang, terlihat unik dan menarik setelah dijadikan sebagai kampung tematik dengan ciri khas topeng malangan.
Samudiono bersama sesepuh Kampung Budaya Polowijen
Menurut Isa Wahyudi yang akrab dipanggil “Ki Demang”, untuk mengubah kampung ini menjadi seperti sekarang, bukanlah hal mudah. Proses pendirian Kampung Budaya Polowijen ini awalnya banyak mendapatkan tantangan dari warga Polowijen sendiri terkait kebiasaan dan budaya yang berbeda.
Namun, dengan tekad dan semangat pantang menyerah, sosok energik ini bersama warga berhasil mengubah kampung di pinggiran sungai kecil yang jarang dikunjungi orang, menjadi tempat yang ramai dan terkenal sebagai tempat pelestari budaya warisan leluhur.
Tidak hanya warga Malang Raya dan mahasiswa saja yang mengunjungi tempat ini. Para penggiat budaya dari manca negara juga sering berkunjung ke sini.
Ide Pendirian Kampung Budaya Polowijen
Ide pendirian Kampung Budaya Polowijen berawali dari acara sarasehan Budaya Polowijen di balai RT 03 RW 02 Kelurahan Polowije kecamatan Blimbing Kota Malang pada November 2016 yang di hadiri warga masyarakat, pelaku seni budaya dan tokoh masyarakat.
Dalam sarasehan ini terungkap segala macam potensi yang dimiliki Polowijen. Ternyata Polowijen atau Panawijen dalam Nagarakretagama merupakan desa yang banyak mengandung nilai sejarah. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan situs Budaya Polowijen yaitu Situs Sumur Windu Ken Dedes, Situs Joko Lola dan Situs Makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni, Empu Topeng Malang.
Semua situs tersebut memperkuat fakta jika Polowijen adalah kampung sekaligus kantung budaya di Malang.
Kemudian, sarasehan budaya ini berlanjut pada Akhir Desember 2016 dan Februari 2017 dengan melibatkan lebih banyak lagi warga masyarakat serta tokoh seni budaya Malang. Ternyata, Polowijen pada era tahun 50an marak dengan kegiatan kesenian seperti ketoprak, ludruk, wayang kulit, wayang ope, jaranan dan wayang topeng serta pencak silat.
Proses Pembangunan KBP
Setelah mengetahui potensi yang dimiliki dan menyadari keberadaan seni budaya yang makin lama makin punah, maka warga mendirikan Kampung Budaya Polowijen sebagai salah satu komunitas yang turut serla melakukan pelestarian budaya.
Gerbang masuk Kampung Budaya Polowijen
Proses pembangunan dimulai dengan memberikan ornament bambu pada rumah warga RT 03 RW 02 Polowijen sebanyak 15 rumah dan menambahkan gazebo di depan rumah masing masing warga. Pembangunan dilakukan dengan cara swadaya mandiri menerapkan prinsip gotong royong secara bertahap.
Butuh waktu 2 tahun untuk melakukan pembenahan infrasturktur agar desain kampung lebih unik antik, indah dan menarik.
Peresmian Kampung Budaya Polowijen
Kampung Budaya Polowijen diresmikan para tanggal 2 April 2017 setelah 1 hari HUT Kota Malang oleh Walikota Malang, H.Moh Anton. Peresmian di meriahkan dengan Gerakan Senam Sehat, Menanam 100 Pohon, Peletakan Batu Pertama Sasana Budaya, Fragmen Wayang Topeng Tari Topeng Grebeg Jowo 100 Orang, Permainan Dolanan, Albanjari dan Tari Topeng Gunungsari.
Dwi Cahyono (tengah) bersama Ki Demang dan para penari di KBP
Selain itu juga digelar Sarasehan Kampung Budaya Poloiwjen dengan tema mencari Hari jadi Polowijen oleh Arkelog UM Dwi Cahyono, Kepala Disbudpar Kota Malang Anggota DPRD Kota Malang, Camat Blimbing dan Lurah Polowijen
Apa Saja Daya Tarik Kampung Budaya Polowijen?
Meskipun terletak di pinggir Kelurahan Polowijen yang dekat dengan persawahan dan pemakaman umum, namun Kampung Budaya ini memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke tempat ini.
Daya tarik dari Kampung Budaya Polowijen antara lain adalah sebagai berikut.
Situs Sejarah
Keberadaan situs sejarah yang menjadi cagar budaya dan dilindungi pemerintah merupakan salah satu daya tarik KBP dalam memikat wisatawan. Baik pemerhati sejarah maupun para pelaku spiritual atau para pejalan malam.
Situs Ken Dedes dan Joko Lola
Letak Situs Ken Dedes dan Joko Lola berada tidak terlalu jauh dari Kampung Budaya Polowijen. Hanya terpisah oleh hamparan sawah saja.
Dengan mengunjungi Situs Ken Dedes, wisatawan diajak untuk mengenang kembali sosok Ratu Singosari yang merupakan gadis warga asli Polowijen. Dan, wisatawan akan mendengar dongeng lisan yang menarik tentang kisah percintaan yang gagal dari Ken Dedes dan Joko Lola.
Mbah Reni atau Ki Tjondro Soewono adalah salah satu tokoh topeng pertama di Polowijen yang diperintah oleh Bupati Malang pertama untuk mengembangkan budaya topeng malangan sehingga nantinya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari penerus Mbah Reni inilah, Ki Demang mendapatkan warisan keahlian dan ketrampilan membuat topeng malangan. Termasuk tradisi dan budayanya.
Makam Mbah Reni berada tidak jauh dari Kampung Budaya Polowijen, tepatnya di pinggir jalan depan komplek petilasan Ken Dedes.
Gladi Tari Topeng Malang
Pada hari Sabtu malam dan Minggu pagi, KBP mengadakan kegiatan gladi tari atau berlatih tari Topeng maupun tarian tradisional lainnya dengan pelatih Sri Indaryanti, S.S.
Saat ini, komunitas tari KBP memiliki jenis tarian yang semakin lengkap dengan ditambahkannya Tari Topeng Ragil Kuning. Sebelumnya, mereka sudah menguasai aneka tari topeng Malang lainnya seperti Tari Topreng Grebeg Jowo, Grebeg Sabrang, Gunungsari, Bapang, Kelono Swandono, Patih, Sekarsari, dan Putri Jawi.
Tari Srimpi Limo di Kampung Budaya Polowijen
Selain Tari Topeng, Penari KBP juga melengkapi ketrampilannya dengan menguasai tari Beskalan Putri, Beskalan lanang dan Remo serta tari ritual lainnya seperti tari Bedayan, Srimpi Limo dll.
Jam terbang para penari KBP cukup tinggi. Mereka sudah banyak melakukan pementasan menari mulai dari mengikuti kompetisi dan lomba-lomba tari, menari di hotel, restoran, kampus, balaikota bahkan menari di kampung tematik yang menyelenggarakan event.
Keunikan para penari KBP yang berbeda dengan penari pada umumnya, mereka juga menari di situs, candi dan makam. Dan, yang membuat semakin unik adalah menari topeng bersama sebelum melakukan kegiatan atau pementasan.
Kriya Topeng Malang
Kriya Topeng atau kegiatan membuat topeng dan mewarna topeng bisa menjadi pilihan wisata edukasi bagi para pengunjung Kampung Budaya Polowijen. Karena topeng adalah ikon dari kampung budaya ini sehingga kerajinan topeng adalah kegiatan mereka yang utama.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan menari saja, KBP juga membuat lebih dari 60 karakter topeng dalam aneka bentuk dan ukuran untuk dijual sebagai gantungan kunci, kalung dan souvenir lainnya. Untuk menambah jumlah pengrajin topeng, KBP sudah dua kali menggelar workshop kriya topeng.
Kriya Batik Malang
Tidak hanya menari dan membuat topeng saja, KBP juga memiliki kegiatan membatik dengan motif motif topeng, motif Ken Dedes dan motif-motif lain yang di identifikasi sebagai motif Malangan dalam bentuk workshop.
Workshop Kriya Batik di KBP telah merekrut kurang lebih 50 orang untuk belajar membatik yang diadakan sebanyak 4 gelombang pelatihan. Dalam setiap pelatihan memiliki kurang lebih 15 peserta yang dilakukan secara bertahap sebanyak 5 kali pertemuan.
Workshop kriya batik Polowijen setidaknya sudah membina 10 warga yang serius membatik dan 3 warga yang sudah mendapatkan sertifikasi membatik dari LSP Batik. Selain memberikan pelatihan membatik bagi warga Polowijen sendiri, Kriya Batik KPB juga sudah memberikan pelatihan membatik pada komunitas atau sekolah lain.
STMJ atau SINAU TEMBANG MOCOPAT JAWA
Kegiatan budaya yang rutin diselanggarakan setiap hari Jumat Malam di KBP dan di asuh oleh Ki Suryono adalah STMJ kepanjangan dari “Sinau Tembang Macapat Jawa”. Macapat atau maca papat-papat merupakan kegiatan menyanyi ala orang Jawa dengan syair berisi tuntunan atau nasehat. Kegiatan Macapat ini populer pada masa kerajaan Demak, Mataram, Surakarta dan Ngayogyakarta.
Namun, seiring kemajuan jaman, budaya Macapat ini semakin lama semakin terpinggirkan. Sehingga dengan mengikuti kegiatan belajar “nembang” macapat ini, kita turut melestarikan budaya warisan leluhur.
Kegiatan STMJ sesekali diiringi dengan gamelan sehingga membuat suasana menjadi lebih khidmat dan lebih dapat menghayati makna dari syair-syair yang ditembangkan. Untuk acara-acara tertentu seperti upacara KBP maupun kunjungan, macapat sering di tampilkan
Permainan Tradisional
Kegiatan budaya lainnya yang ada di KBP adalah kegiatan pelestarian permainan tradisional atau dolanan jaman dulu seperti egrang bambu, egrang bathok, engklek, lompat tali, klompen raksasa, ulat tangga raksasa holahop, gangsing dan masih banyak lagi.
Seperti kita ketahui, saat ini, permainan tradisional tersebut sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Mereka lebih memilih permainan modern. Terlebih lagi dengan maraknya handphone yang menyediakan aneka permainan virtual sehingga semakin menjauhkan generasi kita dari dolanan masa lalu.
KBP bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Univ. Muhammadiyah Malang mendirikan labolatorium permainan tradisional yang lebih fleksibel, kekinian dan menyenangkan.
Dan, Jenis kegiatan permainan tradisional ini merupakan kegiatan yang paling di gemari oleh pengunjung KBP dimana setiap pegunjung turut serta memperagakan permainan tradisional secara bergantian.
Nah, itulah beberapa daya tarik dari Kampung Budaya Polowijen. Masih banyak daya tarik lainnya yang cukup panjang bila diceritakan dalam artikel ini sehingga kami akan mengulasnya satu per satu pada artikel berikutnya.
Apa Yang Dapat Dilakukan di Kampung Budaya Polowijen?
Selain mengunjungi Situs Ken Dedes dan menikmati seni tari atau suasana pedesaan ala Kampung Budaya Polowijen, pengunjung juga dapat berperan aktif dengan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di Kampung ini.
Pengunjung KBP dapat mengikuti kegiatan budaya ditempat ini sesuai dengan seleranya masing-masing.
Bagi yang tertarik belajar menari, membatik, gerabah dan seni pahat silahkan menghubungi pihak pengelolah KBP yang akan menyertakan pengunjung dalam kelas-kelas belajar sesuai pilihannya.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan Tari Topeng Malangan, silahkan berkunjung ke kediaman penarinya, salah satunya adalah Mbah Kari yang akan menceritakan mengenai sejarah Topeng Malangan di Malang dan informasi lain seputar kesenian tersebut.
Pengunjung KBP juga dapat mengikuti kegiatan STMJ atau Sinau Tembang Macapat Jawa.
Pengunjung KBP juga dapat mengikuti kegiatan pelestarian permainan tradisional.
Tarif Masuk Kampung Budaya Polowijen
Saat ini, untuk menikmati suasana di Kampung Budaya Polowijen masih belum dikenakan biaya masuk. Bahkan, saat penulis berkunjung ke tempat ini, selain mendapatkan informasi dan pengetahuan yang berharga, juga mendapatkan makanan dan minuman secara gratis. Dan, para penghuni KBP sangat ramah dan baik hati.
Tetapi, seiring dengan perkembangan KBP, selanjutnya pengunjung akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp. 15.000.
Akses Menuju Kampung Budaya Polowijen
Akses menuju Kampung Budaya di kelurahan Polowijen ini sebenarnya sangat mudah terutama jika kita berada di kota Malang. Namun, bagi pengunjung dari luar kota, setelah melewati lampu merah silahkan belok kanan dibawah fly over lalu belok kiri lewat Sumpil atau Polowijen I. Jika bingung, silahkan bertanya pada warga setempat.
Sayangnya, pada hari libur, dari arah Surabaya, jalanan ini sering menjadi titik kemacetan. Namun, jika keinginan untuk menikmati suasana Kampung Budaya ini begitu kuat, maka kemacetan bukanlah halangan.
Event-event Budaya di Kampung Polowijen
Kunjungan Kampung Budaya Polowijen
Sambang Kampung KBP
Sarasehan Kampung Budaya Polowijen
Pasar Topeng KBP
Pasar Minggu Legi Jajan Tradisional
Pameran dan event
Festival Kampung Budaya Polowijen
Panawidjen Jaman Bijen
Gebyak Wayang Topeng Polowijen
Grebeg Suro
Budaya Tandur, Wiwit dan Metik
Peringatan Hari Tari Sedunia
Temu Topeng dan Sesekaran Topeng Malang
Penitisan, Jamasan dan Ruwatan Topeng Malang
Video Tentang Ken Dedes
Penutup
Sahabat Dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang Kampung Budaya Polowijen yang berada di RW. 02 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Malang. Satu tempat para penggiat dan pelestari budaya di kota Malang.
Kampung Budaya Polowijen Malang - Kampung Budaya Polowijen berada di sisi kiri sungai kecil dan di seberangnya adalah tanah persawahan yang menjadi pembatas kampung ini dengan area pemakaman. Jalan beraspal mulus membelah area pemakaman ini menjadi dua. Sebelah kiri adalah tanah makam bernama “Petilasan Ken Dedes” sedangkan sisi kanannya adalah pemakaman muslim warga kelurahan Polowijen.
Kampung Budaya Polowijen atau KBP Blimbing, Malang
Sementara kampung budaya ini menempati gang sempit di ujung perkampungan. Satu lokasi yang kurang strategis bagi suatu objek wisata. Namun, sejak tahun 2016 kampung Budaya Polowijen atau KBP ini, banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara.
Ini yang menarik ! Mengapa orang-orang tersebut mau datang ke tempat terpencil ini? Apa kelebihan dan daya tarik kampung ini?
Pertanyaan itu akan keluar dari benak kita saat pertama kali dan belum mengenal lebih jauh Kampung Budaya Polowijen. Seperti yang dirasakan penulis saat datang pertama kali ke tempat ini bersama seorang teman.
Ki Demang Polowijen bersama teman penulis
Namun, pertanyaan itu segera terjawab ketika para penghuni kampung ini dengan ramah menyambut kedatangan kami. Meskipun penampilan kami pada waktu itu sedikit lusuh dan cenderung menyeramkan, tapi mereka dengan senyum lebar menyapa dan melayani layaknya kami adalah seorang tamu jauh.
Kesan pertama ini begitu menggoda sehingga penulis semakin tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang kampung budaya ini. Dan, melalui penuturan Isa Wahyudi yang akrab dipanggil Ki Demang, kami mendapatkan berbagai informasi berharga tentang potensi dan perjuangan warga Polowijen dalam mengubah kampung ini menjadi objek wisata edukasi tentang sejarah dan budaya.
Awalnya, kampung di pinggiran sungai ini terlihat kurang menarik seperti halnya kampung Jodipan dan kampung lainnya di pinggir sungai Brantas. Terkesan kurang tertata dan cenderung kumuh. Namun sekarang, terlihat unik dan menarik setelah dijadikan sebagai kampung tematik dengan ciri khas topeng malangan.
Samudiono bersama sesepuh Kampung Budaya Polowijen
Menurut Isa Wahyudi yang akrab dipanggil “Ki Demang”, untuk mengubah kampung ini menjadi seperti sekarang, bukanlah hal mudah. Proses pendirian Kampung Budaya Polowijen ini awalnya banyak mendapatkan tantangan dari warga Polowijen sendiri terkait kebiasaan dan budaya yang berbeda.
Namun, dengan tekad dan semangat pantang menyerah, sosok energik ini bersama warga berhasil mengubah kampung di pinggiran sungai kecil yang jarang dikunjungi orang, menjadi tempat yang ramai dan terkenal sebagai tempat pelestari budaya warisan leluhur.
Tidak hanya warga Malang Raya dan mahasiswa saja yang mengunjungi tempat ini. Para penggiat budaya dari manca negara juga sering berkunjung ke sini.
Ide Pendirian Kampung Budaya Polowijen
Ide pendirian Kampung Budaya Polowijen berawali dari acara sarasehan Budaya Polowijen di balai RT 03 RW 02 Kelurahan Polowije kecamatan Blimbing Kota Malang pada November 2016 yang di hadiri warga masyarakat, pelaku seni budaya dan tokoh masyarakat.
Dalam sarasehan ini terungkap segala macam potensi yang dimiliki Polowijen. Ternyata Polowijen atau Panawijen dalam Nagarakretagama merupakan desa yang banyak mengandung nilai sejarah. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan situs Budaya Polowijen yaitu Situs Sumur Windu Ken Dedes, Situs Joko Lola dan Situs Makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni, Empu Topeng Malang.
Semua situs tersebut memperkuat fakta jika Polowijen adalah kampung sekaligus kantung budaya di Malang.
Kemudian, sarasehan budaya ini berlanjut pada Akhir Desember 2016 dan Februari 2017 dengan melibatkan lebih banyak lagi warga masyarakat serta tokoh seni budaya Malang. Ternyata, Polowijen pada era tahun 50an marak dengan kegiatan kesenian seperti ketoprak, ludruk, wayang kulit, wayang ope, jaranan dan wayang topeng serta pencak silat.
Proses Pembangunan KBP
Setelah mengetahui potensi yang dimiliki dan menyadari keberadaan seni budaya yang makin lama makin punah, maka warga mendirikan Kampung Budaya Polowijen sebagai salah satu komunitas yang turut serla melakukan pelestarian budaya.
Gerbang masuk Kampung Budaya Polowijen
Proses pembangunan dimulai dengan memberikan ornament bambu pada rumah warga RT 03 RW 02 Polowijen sebanyak 15 rumah dan menambahkan gazebo di depan rumah masing masing warga. Pembangunan dilakukan dengan cara swadaya mandiri menerapkan prinsip gotong royong secara bertahap.
Butuh waktu 2 tahun untuk melakukan pembenahan infrasturktur agar desain kampung lebih unik antik, indah dan menarik.
Peresmian Kampung Budaya Polowijen
Kampung Budaya Polowijen diresmikan para tanggal 2 April 2017 setelah 1 hari HUT Kota Malang oleh Walikota Malang, H.Moh Anton. Peresmian di meriahkan dengan Gerakan Senam Sehat, Menanam 100 Pohon, Peletakan Batu Pertama Sasana Budaya, Fragmen Wayang Topeng Tari Topeng Grebeg Jowo 100 Orang, Permainan Dolanan, Albanjari dan Tari Topeng Gunungsari.
Dwi Cahyono (tengah) bersama Ki Demang dan para penari di KBP
Selain itu juga digelar Sarasehan Kampung Budaya Poloiwjen dengan tema mencari Hari jadi Polowijen oleh Arkelog UM Dwi Cahyono, Kepala Disbudpar Kota Malang Anggota DPRD Kota Malang, Camat Blimbing dan Lurah Polowijen
Apa Saja Daya Tarik Kampung Budaya Polowijen?
Meskipun terletak di pinggir Kelurahan Polowijen yang dekat dengan persawahan dan pemakaman umum, namun Kampung Budaya ini memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke tempat ini.
Daya tarik dari Kampung Budaya Polowijen antara lain adalah sebagai berikut.
Situs Sejarah
Keberadaan situs sejarah yang menjadi cagar budaya dan dilindungi pemerintah merupakan salah satu daya tarik KBP dalam memikat wisatawan. Baik pemerhati sejarah maupun para pelaku spiritual atau para pejalan malam.
Situs Ken Dedes dan Joko Lola
Letak Situs Ken Dedes dan Joko Lola berada tidak terlalu jauh dari Kampung Budaya Polowijen. Hanya terpisah oleh hamparan sawah saja.
Dengan mengunjungi Situs Ken Dedes, wisatawan diajak untuk mengenang kembali sosok Ratu Singosari yang merupakan gadis warga asli Polowijen. Dan, wisatawan akan mendengar dongeng lisan yang menarik tentang kisah percintaan yang gagal dari Ken Dedes dan Joko Lola.
Mbah Reni atau Ki Tjondro Soewono adalah salah satu tokoh topeng pertama di Polowijen yang diperintah oleh Bupati Malang pertama untuk mengembangkan budaya topeng malangan sehingga nantinya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari penerus Mbah Reni inilah, Ki Demang mendapatkan warisan keahlian dan ketrampilan membuat topeng malangan. Termasuk tradisi dan budayanya.
Makam Mbah Reni berada tidak jauh dari Kampung Budaya Polowijen, tepatnya di pinggir jalan depan komplek petilasan Ken Dedes.
Gladi Tari Topeng Malang
Pada hari Sabtu malam dan Minggu pagi, KBP mengadakan kegiatan gladi tari atau berlatih tari Topeng maupun tarian tradisional lainnya dengan pelatih Sri Indaryanti, S.S.
Saat ini, komunitas tari KBP memiliki jenis tarian yang semakin lengkap dengan ditambahkannya Tari Topeng Ragil Kuning. Sebelumnya, mereka sudah menguasai aneka tari topeng Malang lainnya seperti Tari Topreng Grebeg Jowo, Grebeg Sabrang, Gunungsari, Bapang, Kelono Swandono, Patih, Sekarsari, dan Putri Jawi.
Tari Srimpi Limo di Kampung Budaya Polowijen
Selain Tari Topeng, Penari KBP juga melengkapi ketrampilannya dengan menguasai tari Beskalan Putri, Beskalan lanang dan Remo serta tari ritual lainnya seperti tari Bedayan, Srimpi Limo dll.
Jam terbang para penari KBP cukup tinggi. Mereka sudah banyak melakukan pementasan menari mulai dari mengikuti kompetisi dan lomba-lomba tari, menari di hotel, restoran, kampus, balaikota bahkan menari di kampung tematik yang menyelenggarakan event.
Keunikan para penari KBP yang berbeda dengan penari pada umumnya, mereka juga menari di situs, candi dan makam. Dan, yang membuat semakin unik adalah menari topeng bersama sebelum melakukan kegiatan atau pementasan.
Kriya Topeng Malang
Kriya Topeng atau kegiatan membuat topeng dan mewarna topeng bisa menjadi pilihan wisata edukasi bagi para pengunjung Kampung Budaya Polowijen. Karena topeng adalah ikon dari kampung budaya ini sehingga kerajinan topeng adalah kegiatan mereka yang utama.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan menari saja, KBP juga membuat lebih dari 60 karakter topeng dalam aneka bentuk dan ukuran untuk dijual sebagai gantungan kunci, kalung dan souvenir lainnya. Untuk menambah jumlah pengrajin topeng, KBP sudah dua kali menggelar workshop kriya topeng.
Kriya Batik Malang
Tidak hanya menari dan membuat topeng saja, KBP juga memiliki kegiatan membatik dengan motif motif topeng, motif Ken Dedes dan motif-motif lain yang di identifikasi sebagai motif Malangan dalam bentuk workshop.
Workshop Kriya Batik di KBP telah merekrut kurang lebih 50 orang untuk belajar membatik yang diadakan sebanyak 4 gelombang pelatihan. Dalam setiap pelatihan memiliki kurang lebih 15 peserta yang dilakukan secara bertahap sebanyak 5 kali pertemuan.
Workshop kriya batik Polowijen setidaknya sudah membina 10 warga yang serius membatik dan 3 warga yang sudah mendapatkan sertifikasi membatik dari LSP Batik. Selain memberikan pelatihan membatik bagi warga Polowijen sendiri, Kriya Batik KPB juga sudah memberikan pelatihan membatik pada komunitas atau sekolah lain.
STMJ atau SINAU TEMBANG MOCOPAT JAWA
Kegiatan budaya yang rutin diselanggarakan setiap hari Jumat Malam di KBP dan di asuh oleh Ki Suryono adalah STMJ kepanjangan dari “Sinau Tembang Macapat Jawa”. Macapat atau maca papat-papat merupakan kegiatan menyanyi ala orang Jawa dengan syair berisi tuntunan atau nasehat. Kegiatan Macapat ini populer pada masa kerajaan Demak, Mataram, Surakarta dan Ngayogyakarta.
Namun, seiring kemajuan jaman, budaya Macapat ini semakin lama semakin terpinggirkan. Sehingga dengan mengikuti kegiatan belajar “nembang” macapat ini, kita turut melestarikan budaya warisan leluhur.
Kegiatan STMJ sesekali diiringi dengan gamelan sehingga membuat suasana menjadi lebih khidmat dan lebih dapat menghayati makna dari syair-syair yang ditembangkan. Untuk acara-acara tertentu seperti upacara KBP maupun kunjungan, macapat sering di tampilkan
Permainan Tradisional
Kegiatan budaya lainnya yang ada di KBP adalah kegiatan pelestarian permainan tradisional atau dolanan jaman dulu seperti egrang bambu, egrang bathok, engklek, lompat tali, klompen raksasa, ulat tangga raksasa holahop, gangsing dan masih banyak lagi.
Seperti kita ketahui, saat ini, permainan tradisional tersebut sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Mereka lebih memilih permainan modern. Terlebih lagi dengan maraknya handphone yang menyediakan aneka permainan virtual sehingga semakin menjauhkan generasi kita dari dolanan masa lalu.
KBP bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Univ. Muhammadiyah Malang mendirikan labolatorium permainan tradisional yang lebih fleksibel, kekinian dan menyenangkan.
Dan, Jenis kegiatan permainan tradisional ini merupakan kegiatan yang paling di gemari oleh pengunjung KBP dimana setiap pegunjung turut serta memperagakan permainan tradisional secara bergantian.
Nah, itulah beberapa daya tarik dari Kampung Budaya Polowijen. Masih banyak daya tarik lainnya yang cukup panjang bila diceritakan dalam artikel ini sehingga kami akan mengulasnya satu per satu pada artikel berikutnya.
Apa Yang Dapat Dilakukan di Kampung Budaya Polowijen?
Selain mengunjungi Situs Ken Dedes dan menikmati seni tari atau suasana pedesaan ala Kampung Budaya Polowijen, pengunjung juga dapat berperan aktif dengan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di Kampung ini.
Pengunjung KBP dapat mengikuti kegiatan budaya ditempat ini sesuai dengan seleranya masing-masing.
Bagi yang tertarik belajar menari, membatik, gerabah dan seni pahat silahkan menghubungi pihak pengelolah KBP yang akan menyertakan pengunjung dalam kelas-kelas belajar sesuai pilihannya.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan Tari Topeng Malangan, silahkan berkunjung ke kediaman penarinya, salah satunya adalah Mbah Kari yang akan menceritakan mengenai sejarah Topeng Malangan di Malang dan informasi lain seputar kesenian tersebut.
Pengunjung KBP juga dapat mengikuti kegiatan STMJ atau Sinau Tembang Macapat Jawa.
Pengunjung KBP juga dapat mengikuti kegiatan pelestarian permainan tradisional.
Tarif Masuk Kampung Budaya Polowijen
Saat ini, untuk menikmati suasana di Kampung Budaya Polowijen masih belum dikenakan biaya masuk. Bahkan, saat penulis berkunjung ke tempat ini, selain mendapatkan informasi dan pengetahuan yang berharga, juga mendapatkan makanan dan minuman secara gratis. Dan, para penghuni KBP sangat ramah dan baik hati.
Tetapi, seiring dengan perkembangan KBP, selanjutnya pengunjung akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp. 15.000.
Akses Menuju Kampung Budaya Polowijen
Akses menuju Kampung Budaya di kelurahan Polowijen ini sebenarnya sangat mudah terutama jika kita berada di kota Malang. Namun, bagi pengunjung dari luar kota, setelah melewati lampu merah silahkan belok kanan dibawah fly over lalu belok kiri lewat Sumpil atau Polowijen I. Jika bingung, silahkan bertanya pada warga setempat.
Sayangnya, pada hari libur, dari arah Surabaya, jalanan ini sering menjadi titik kemacetan. Namun, jika keinginan untuk menikmati suasana Kampung Budaya ini begitu kuat, maka kemacetan bukanlah halangan.
Event-event Budaya di Kampung Polowijen
Kunjungan Kampung Budaya Polowijen
Sambang Kampung KBP
Sarasehan Kampung Budaya Polowijen
Pasar Topeng KBP
Pasar Minggu Legi Jajan Tradisional
Pameran dan event
Festival Kampung Budaya Polowijen
Panawidjen Jaman Bijen
Gebyak Wayang Topeng Polowijen
Grebeg Suro
Budaya Tandur, Wiwit dan Metik
Peringatan Hari Tari Sedunia
Temu Topeng dan Sesekaran Topeng Malang
Penitisan, Jamasan dan Ruwatan Topeng Malang
Video Tentang Ken Dedes
Penutup
Sahabat Dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang Kampung Budaya Polowijen yang berada di RW. 02 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Malang. Satu tempat para penggiat dan pelestari budaya di kota Malang.
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono - STMJ Bakso Bakar SS di kota Malang memiliki dua outlet yaitu di daerah Mergosono dan Sawojajar. Kali ini, kita mencoba STMJ Bakso Bakar SS yang ada di Mergosono atau tepatnya Jl. Kolonel Sugiono No. 191, Kedungkandang, Malang.
Kebetulan Hj. Qudsiah, pengusaha daging sapi dan pemilik kios daging di Pasar Besar Malang yang rumahnya berdekatan dengan tempat kuliner ini sedang berulang tahun, sehingga ia mengundang teman-teman masa duduk di bangku SMA untuk merayakan ultahnya disini. Cukup meriah dan menyenangkan.
Meriah ! Merayakan Ultah di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
STMJ atau Susu Telor Madu Jahe adalah minuman yang sangat populer di kota Malang terlebih lagi pada musim hujan karena kandungan jahenya membuat badan menjadi hangat. Selain itu, STMJ memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dipercaya dapat meningkatkan stamina khususnya bagi pria dewasa.
Pria penggemar STMJ Telur 3
Terbukti pelanggan STMJ Bakso Bakar SS Mergosono ini kebanyakan adalah pria sementara wanitanya lebih menyukai bakso dan milkshake atau minuman lainnya. Konon, semakin banyak telur yang ditambahkan pada minuman ini akan semakin membuat pria menjadi perkasa. Terlebih lagi jika yang ditambahkan adalah telur bebek.
Sementara Bakso dan variannya seperti bakso bakar adalah makanan populer bagi warga Malang. Hampir dapat dipastikan apabila sebagian besar orang Malang adalah penggemar bakso. Tidak hanya populer di daerahnya saja, Bakso Malang juga terkenal di seluruh Indonesia.
Nah, menikmati dua kuliner populer kota Malang sekaligus di satu tempat merupakan satu kesempatan yang jarang dilakukan. Biasanya, kalau makan bakso seperti di Bakso President, tidak ada pilihan minuman STMJnya, demikian sebaliknya.
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono, Malang
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono berada di pinggir jalan raya dan menempati bangunan sederhana namun desain interiornya dibuat klasik dengan menggunakan perabotan kayu ditambah dengan pajangan foto-foto. Terlihat unik dan menarik serta member kesan heritage pada tempat ini.
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
STMJ Bakso Bakar SS menjual berbagai produk olahan Serba Sapi atau SS, dimana daging sapi diolah menjadi bakso dengan aneka varian sementara susu sapi yang segar diolah menjadi STMJ, Milkshake dan minuman susu lainnya.
Dengan menggunakan bahan berkualitas tinggi dan dijamin halal, STMJ Bakso Bakar SS membuat olahan kuliner yang inovatif, seperti variasi aneka Bakso Bakar & STMJ yang beraneka rasa.
Pilihan menu makanan di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono ini bervariasi sesuai dengan selera pengunjungnya. Dimana kita bisa memilih komponen baksonya satu per satu atau per biji atau memilih berdasarkan paket-paket yang disediakan.
Lontong dan Bakso di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
Menu Varian Bakso
Bakso Halus 3.800
Bakso Bakar Keju KejutanIsi 5 pcs19.000
Siomay Isi Daging 2.500
Bakso Bakar Mercon Sambal Balado (Isi 5 pcs)19.000
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono - STMJ Bakso Bakar SS di kota Malang memiliki dua outlet yaitu di daerah Mergosono dan Sawojajar. Kali ini, kita mencoba STMJ Bakso Bakar SS yang ada di Mergosono atau tepatnya Jl. Kolonel Sugiono No. 191, Kedungkandang, Malang.
Kebetulan Hj. Qudsiah, pengusaha daging sapi dan pemilik kios daging di Pasar Besar Malang yang rumahnya berdekatan dengan tempat kuliner ini sedang berulang tahun, sehingga ia mengundang teman-teman masa duduk di bangku SMA untuk merayakan ultahnya disini. Cukup meriah dan menyenangkan.
Meriah ! Merayakan Ultah di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
STMJ atau Susu Telor Madu Jahe adalah minuman yang sangat populer di kota Malang terlebih lagi pada musim hujan karena kandungan jahenya membuat badan menjadi hangat. Selain itu, STMJ memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dipercaya dapat meningkatkan stamina khususnya bagi pria dewasa.
Pria penggemar STMJ Telur 3
Terbukti pelanggan STMJ Bakso Bakar SS Mergosono ini kebanyakan adalah pria sementara wanitanya lebih menyukai bakso dan milkshake atau minuman lainnya. Konon, semakin banyak telur yang ditambahkan pada minuman ini akan semakin membuat pria menjadi perkasa. Terlebih lagi jika yang ditambahkan adalah telur bebek.
Sementara Bakso dan variannya seperti bakso bakar adalah makanan populer bagi warga Malang. Hampir dapat dipastikan apabila sebagian besar orang Malang adalah penggemar bakso. Tidak hanya populer di daerahnya saja, Bakso Malang juga terkenal di seluruh Indonesia.
Nah, menikmati dua kuliner populer kota Malang sekaligus di satu tempat merupakan satu kesempatan yang jarang dilakukan. Biasanya, kalau makan bakso seperti di Bakso President, tidak ada pilihan minuman STMJnya, demikian sebaliknya.
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono, Malang
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono berada di pinggir jalan raya dan menempati bangunan sederhana namun desain interiornya dibuat klasik dengan menggunakan perabotan kayu ditambah dengan pajangan foto-foto. Terlihat unik dan menarik serta member kesan heritage pada tempat ini.
STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
STMJ Bakso Bakar SS menjual berbagai produk olahan Serba Sapi atau SS, dimana daging sapi diolah menjadi bakso dengan aneka varian sementara susu sapi yang segar diolah menjadi STMJ, Milkshake dan minuman susu lainnya.
Dengan menggunakan bahan berkualitas tinggi dan dijamin halal, STMJ Bakso Bakar SS membuat olahan kuliner yang inovatif, seperti variasi aneka Bakso Bakar & STMJ yang beraneka rasa.
Pilihan menu makanan di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono ini bervariasi sesuai dengan selera pengunjungnya. Dimana kita bisa memilih komponen baksonya satu per satu atau per biji atau memilih berdasarkan paket-paket yang disediakan.
Lontong dan Bakso di STMJ Bakso Bakar SS Mergosono
Menu Varian Bakso
Bakso Halus 3.800
Bakso Bakar Keju KejutanIsi 5 pcs19.000
Siomay Isi Daging 2.500
Bakso Bakar Mercon Sambal Balado (Isi 5 pcs)19.000