TAMAN BABOJI ATAU PETIRTAAN WATUGEDE

TAMAN BABOJI ATAU PETIRTAAN WATUGEDE - Satu situs sejarah peninggalan kerajaan Singosari yang berada di pinggir jalan Desa Watugede, Singosari, Malang adalah Petirtaan Watugede. Dalam Serat Pararaton, petirtaan Watu Gede ini disebut sebagai Taman Baboji dan merupakan tamansari yang dibuat khusus untuk Ratu Ken Dedes bersama dayang-dayangnya.

Sebutan Taman Baboji pada masa lalu memang tepat karena tidak hanya mata air dan pemandian saja yang ada ditempat ini, namun juga merupakan sebuah taman yang indah dengan rerumputan hijau di kelilingi beraneka bunga, tanaman Palem dan pepohonan lainnya.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Petirtaan Watugede Singosari, Malang

Taman yang dipagari kawat berduri ini merupakan cagar budaya yang dilindungi pemerintah mengingat tempat ini memang banyak mengandung nilai-nilai sejarah leluhur bangsa Indonesia pada masa kerajaan Singosari dan Majapahit dahulu.

Petirtaan Watu Gede ini merupakan pemandian Ratu Ken Dedes, seorang wanita dengan kemaluan yang memancarkan cahaya dan dipercaya akan menurunkan para raja di Jawa. Dan, terbukti, para raja di Jawa sejak jaman Singosari, Majapahit, Mataram hingga kesultanan Solo dan Jogyakarta saat ini, adalah keturunan dari Ken Dedes dan Ken Arok.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Taman Baboji dalam Kitab Nagarakretagama

Maka Petirtaan Watu Gede ini merupakan situs sejarah yang menjadi salah satu saksi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Sehingga keberadaan tempat ini harus dijaga dan dilestarikan agar anak cucu kita kelak tidak melupakan leluhurnya.

Baca Juga :

Petirtaan Watu Gede Atau Taman Baboji

Sebelum memasuki pemandian, kita diwajibkan mengisi buku tamu terlebih dahulu di pos penjagaan cagar budaya ini. Dari sini, kita akan melihat satu taman yang penuh dengan berbagai tanaman. Segar dan menyejukkan pandangan.

Kemudian, saat menuruni tangga demi tangga menuju kolam pemandian, suara kicau burung dan kupu-kupu warna warni yang beterbangan, seolah mengantarkan kita untuk menyaksikan pemandangan yang semakin indah dan menentramkan jiwa. Hingga akhirnya, tiba di kolam pemandian.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Jalan setapak menuju Petirtaan Watugede

Perlahan, ingatan kita akan terbawa pada masa lalu. Dalam benakku terlintas, bayangan sosok wanita-wanita cantik mandi dan bermain air di kolam yang bening dan bersih serta bertaburan bunga aneka warna. Mereka bercengkerama, bercanda dan tertawa bersama seperti tujuh bidadari dari kahyangan dalam kisah Jaka Tarub.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede


Namun, ketika fikiran mulai keruh dengan bayangan mesum, tiba-tiba tercium aroma dupa. Secepat kilat, kesadaranku muncul lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat ini. Dipojok kiri kolam dengan bebatuan kuno ini terdapat pohon besar yang diberi sarung kain berwarna hitam putih. Lalu dibawahnya terdapat dua tempat sesaji yang berpayung warna kuning dan ungu.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Tempat Sesaji dan Mata air yang mengalir ke Petirtaan Watugede

Dan dibawahnya lagi, dua saluran air keluar dari pipa dan sebuah patung kecil. Dari tempat sesajian, terlihat sisa-sisa dupa masih mengepulkan asap. Rupanya, dari tempat inilah aroma dupa menyebar terbawa angin.

Sontak, kupejamkan mata mengheningkan cipta lalu mengucapkan salam dan memanjatkan doa kepada para leluhur, dahnyang dan penghuni gaib tempat ini. Tidak lupa, memohon maaf atas perilaku dan tata krama yang kurang berkenan.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede


Berbeda dengan pemandian Ken Dedes yang menjadi objek wisata dan pemandian umum, Petirtaan Watu Gede ini lebih sering dikunjungi wisatawan untuk keperluan keagamaan terutama agama Hindu-Budha, ritual hajat dan keperluan mistis lainnya. Sehingga nuansa magis ditempat ini begitu kental.

Setelah itu, kulangkahkan kaki menyusuri sudut demi sudut petirtaan ini. Terdapat beberapa bangunan baru seperti toilet, mushola dan sebuah gazebo.  Selebihnya masih asli meskipun sudah banyak benda-benda kuno yang hilang.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Pemandian Kuno Watugede dengan simbol Teratai Tunjung

Selain kain hitam putih yang dikenakan pada pohon, tempat sesaji dengan payung diatasnya, masih ada tiga benda yang menarik perhatian yaitu sebuah patung elang atau garuda, simbol yang ada di dinding pagar petirtaan dan sebuah patung teratai masih kuncup.

Nah, untuk memahami dan mengerti makna dibalik benda-benda tersebut, mari kita ikuti ulasan berikut ini yang diambil dari berbagai sumber.

Apa saja yang ada di Petirtaan Watu Gede

  • Taman yang indah seluas 300 meter persegi dengan aneka tanaman hias, bunga-bunga dan pohon Lo atau ficus racemosa. Pohon-pohon Lo yang rimbun menjadi peneduh kolam dan sekitarnya.
  • Kolam kuno berbentuk persegi panjang dimana dinding-dinding kolam terbuat dari batu bata kuno yang tersusun rapi dan kuat. Meskipun kondisi dinding sebagian sudah tak utuh lagi tapi semakin menambah kesan kuno pada kolam ini.
  • Beberapa patung patung kecil yang menjadi pintu keluar air yang mengalir mengisi kolam dibawahnya. Uniknya, air yang keluar dari mulut arca ini tak pernah berhenti, meskipun pada musim kemarau.
  • Kolam ini memiliki sebuah tangga batu yang memudahkan pengunjung masuk ke dalam kolam.
  • Uniknya, salah satu batu pada tangga memiliki permukaan yang berlubang-lubang, dengan jarak lubang yang beraturan. Konon, lubang pada batu tersebut menjadi penunjuk waktu bagi putri-putri raja yang sedang mandi di kolam tersebut. Batu tangga yang berlubang tersebut dikenal dengan nama Watu Dakon.
  • Tak jauh dari kolam, terdapat sebuah sumur yang seringkali dijadikan sebagai tempat meletakkan sesaji. Di sekitaran sumur juga terdapat tiga buah batu yang konon sering dijadikan sebagai batu pengasah pedang. Pedang yang diasah tersebut merupakan senjata yang digunakan untuk melaksanakan hukuman pancung.
  • Goa yang sudah tertutup yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi para putri saat terjadi keadaan berbahaya. Namun, gua ini sekarang telah berada dalam kondisi tertutup.

Makna Simbol Benda di Petirtaan Watu Gede

1. Kain Hitam Putih

Di pojok kiri kolam pemandian terdapat sebuah pohon besar yang dilindungi dengan sarung kain kotak-kotak.  Pohon diberi kain kotak-kotak itu merupakan salah satu tradisi warga Bali yang memiliki simbol dan makna kearifan lokal umat Hindu dalam hidup berdampingan dan untuk memberikan penghargaan kepada Alam.

Diluar yang berhubungan dengan falsafah agama, pohon besar merupakan salah satu pohon yang berjasa untuk kehidupan manusia karena pohon besar yang sudah berumur ratusan tahun ini, merupakan salah satu pohon yang bisa menyimpan cadangan air terbesar di antara ribuan jenis pohon lainnya.

Membutuhkan waktu sangat lama bagi manusia untuk menanam hingga tumbuh dengan ukuran yang sangat besar dan memiliki akar yang mampu menampung air, butuh puluhan mungkin ratusan tahun, tetapi hanya butuh waktu dalam satu hari untuk menebangnya.

Sehingga dengan memberi sarung berwarna kotak-kotak hitam putih, bertujuan agar manusia tidak dengan mudah menumbangkanya atau memotongnya.

2. Payung di tempat Sesaji

Terdapat dua benda yang mirip payung bersusun tiga yang berada di atas sumur. Di sumur pertama terdapat payung bersusun tiga dengan warna kuning sedangkan sumur kedua berwarna ungu.

Benda mirip payung ini disebut tedung yang memiliki makna sebagai pelindung. Payung bersusun tiga berarti melindungi tiga alam. Hal ini menunjukkan hubungan mikrokosmos dan makrokosmos, dimana kerusakan sumber air ini akan berpengaruh pada keseimbangan alam semesta.

3. Simbol di Dinding Pagar

Hampir di setiap peninggalan situs sejarah Singosari dan Majapahit terdapat sebuah simbol di dinding halamannya yaitu salah satu simbol Wilwatikta yang merupakan simbol kebesaran kerajaan Majapahit.

Sejarah Petirtaan Watu Gede

Dalam Serat Pararaton disebutkan bahwa Tunggul Ametung dan Ken Dedes sering mengunjungi Petirtaan Watu Gede yang disebut Taman Baboji dengan menggunakan kereta kuda. Dan, disinilah pertama kali Ken Arok yang menjadi pengawal Tunggul Ametung, dengan tidak sengaja melihat cahaya yang terpancar dari kemaluan Ken Dedes saat turun dari kereta.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Anak-anak sedang mandi di Petirtaan Watugede

Sudah kehendak Dewata, ketika turun dari kereta, tersingkap pakaian yang dikenakan oleh Ken Dedes mulai dari Paha hingga ke pusatnya. Lalu terlihatlah sinar kecantikan yang murni dan alami serta tidak dimiliki oleh wanita lain sehingga membuat penguasa Padang Karaotan ini jatuh cinta.

Namun, Ken Arok bingung karena Ken Dedes adalah istri junjungannya. Kemudian, ia bertanya kepada Brahmana Lohgawe tentang tanda-tanda yang dimiliki Ken Dedes. Menurut sang Brahmana, wanita yang memiliki cahaya di kemaluannya adalah wanita “Stri Nareswari”. Meskipun seorang lelaki hina dina, jika dapat memperistrinya, maka ia akan menjadi seorang Raja besar.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Petirtaan Watugede sangat terawat sehingga terlihat bersih dan indah serta eksotis
Mendengar jawaban tersebut, Ken Arok memikirkan strategi untuk dapat memperistri Ken Dedes. Maka, dari Petirtaan Watu Gede inilah menjadi titik awal berdirinya kerajaan Singosari dengan segala kisah dan tragedy di dalamnya. Dan, akhirnya, Ken Arok dapat memperistri Ken Dedes serta menjadi raja besar yang mampu menaklukkan Kediri.

Setelah Ken Dedes menjadi permaisurinya, Ken Arok melarang siapapun untuk memasuki Taman Baboji terutama saat sang istri bersama dayang-dayangnya sedang mandi. Dan, menerapkan hukum pancung bagi orang yang melanggarnya. Semenjak itu, Petirtaan Watu Gede hanya diperuntukkan Ratu bersama dayang-dayangnya saja.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Saluran air di Petirtaan Watugede Singosari, Malang

Jejak sejarah ini terekam pada tiga buah batu yang berada di sekitar sumur di pojok kolam pemandian. Konon, batu tersebut merupakan batu pengasah pedang yang digunakan untuk melaksanakan hukuman pancung.

Pada masa kerajaan Majapahit, Petirtaan Watu Gede juga hanya digunakan oleh putri-putri Raja bersama dayang-dayangnya.

Petirtaan Watu Gede Saat Ini

Setelah berakhirnya era kerajaan Majapahit, pemandian Watu Gede ini ditemukan pertama kali oleh Arkeolog Belanda pada tahun 1925. Kemudian, petirtaan ini digunakan sebagai tempat wisata dan pemandian khusus bagi orang-orang Belanda saja seperti halnya Pemandian Wendit, Sengkaling dan Selecta.

Setelah Indonesia merdeka, barulah masyarakat umum dapat menikmati keindahan dan fasilitas yang ada di Petirtaan Watu Gede ini.

Mitos Petirtaan Watu Gede

Petirtaan Watu Gede merupakan tempat mandi Ratu Ken Dedes, seorang wanita yang kemaluannya memancarkan cahaya dan dipercaya sebagai ibu dari raja-raja di Jawa. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke lokasi pemandian ini untuk mendapatkan berkah kecantikan, awet muda serta wajah yang memancarkan aura.

Akses Dan Lokasi Petirtaan Watu Gede

Petirtaan Watu Gede berada di Dusun Krajan, Desa Watu Gede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sebetulnya hanya ada satu jalur dari arah Lawang menuju kota Malang, namun karena titik kemacetan terparah ada di depan pasar Singosari, maka kebanyakan wisatawan memilih jalan memutar lewat Jalan Rogonoto.

pemandian watu gede; pemandian watugede malang; petirtaan watugede; petirtaan kendedes watugede; petirtaan watugede singosari malang; petirtaan watugede singosari; taman baboji; misteri taman baboji; misteri petirtaan watugede
Desa Watugede, Singosari, Malang

Lokasi Petirtaan Watu Gede ini tepat berada di pinggir jalan memasuki gerbang Desa Watu Gede. Jika dari arah Lawang menuju kota Malang, setelah melewati pasar Singosari dan lintasan kereta api, silahkan belok kiri. Setelah melewati stasiun Singosari, maka kita akan sampai di gerbang desa Watu Gede dimana sebuah pohon tinggi besar berdiri disampingnya.

Tepat di sebelahnya adalah Petirtaan Watu Gede.

Harga Tiket Masuk Petirtaan Watu Gede

Untuk menikmati keindahan taman Baboji dan merasakan kesegaran serta manfaat airnya, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk. Namun, setelah mengisi buku tamu, wisatawan dapat memberikan sumbangan sukarela untuk menjaga kebersihan dan perawatan objek wisata sejarah ini.

Video Petirtaan Watugede



Objek Wisata Dekat Petirtaan Watu Gede

Untuk menjelajahi objek-objek wisata lainnya yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Singosari lainnya, silahkan ambil jalan memutar hingga sampai di perempatan Jl. Rogonoto lalu menyeberang terus belok kiri di pintu gerbang Candi renggo.

Dari pintu gerbang ini, kita dapat mengunjungi beberapa objek wisata sejarah Singosari lainnya seperti berikut ini.

Video tentang Sumber air bersejarah di Malang :

Mari Berwisata Religi Dengan Turut Membangun Masjid Nurul Hakim SMANDA Malang

Masjid Nurul Hakim SMANDA Malang – Pada bulan Ramadhan dimana umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dan menjauhi perbuatan dosa, maka wisata religi seolah menjadi tren baru yang digandrungi banyak orang. 

Terus, apa yang dimasud dengan wisata religi?

Berdasarkan kata “religi” yang berarti agama, maka wisata religi dimaksudkan untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual kita. Sehingga, dengan melakukan wisata religi akan dapat memenuhi dahaga spiritual, dengan demikian jiwa yang kering kembali basah oleh hikmah-hikmah religi. 

wisata religi; ziarah makam; masjid nurul hakim malang
Wisata Religi ke Makam Sunan Ampel
Gambar : m.bangsaonline.com

Jika tujuan wisata religi pada awalnya hanya terbatas pada ziarah ke makam-makam para wali, aulia, ulama dan para penyebar agama Islam saja. Maka, seharusnya batasan ini berkembang lebih luas hingga dapat mencakup setiap tempat yang bisa menggairahkan cita rasa keagamaan kita, atau bisa menyegarkan dahaga spiritual kita.

Nah, bagaimana jika kita melakukan wisata religi dengan turut serta dalam proses pembangunan suatu masjid?

Karena tujuan utama dalam berwisata adalah mencari kebahagiaan atau kesenangan. Tentunya, ada rasa bahagia yang muncul tanpa direkayasa ketika melihat masjid tersebut digunakan untuk syiar dan menjalankan ibadah kepada Allah. Dan, muncul rasa senang, ketika melihat masjid tersebut banyak dipenuhi jamaah.

Inilah saatnya, kita melakukan wisata religi dengan turut serta dalam pembangunan Masjid Nurul Hakim di kompleks SMA Negeri 2 Malang. Masjid yang nantinya akan dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika SMANDA Malang dengan jamaah sekitar 1.000 orang baik guru dan siswanya. 

Awalnya, Masjid Nurul Hakim ini adalah sebuah mushola. Namun, kapasitas mushola yang hanya mampu menampung sekitar 50 orang saja membuat banyak siswa yang memilih sholat di luar lingkugan sekolah. Terutama pada hari Jum’at.

Sehingga, Mushola yang berada diujung kompleks sekolah ini dipugar dan dibangun menjadi sebuah masjid berlantai dua yang dapat menampung lebih banyak jamaah baik siswa dan guru maupun jamaah dari luar sekolah.

wisata religi; ziarah makam; masjid nurul hakim malang
Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Hakim SMAN 2 Malang

Dan, bertepatan dengan peringatan Hari Maulud Nabi Muhamad SAW  1440 H, tanggal 20 November 2018, dilakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hakim oleh Bapak Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji.

Hingga, HUT SMANDA yang dirayakan pada tanggal 13 April 2019 yang lalu, Masjid Nurul Hakim masih dalam tahap pembangunan.  Keterbatasan anggaran yang dimiliki pihak sekolah, membuat proses pembangunan berjalan lambat.

wisata religi; ziarah makam; masjid nurul hakim malang
Kondisi Masjid Nurul Hakim pada 13 April 2019

Meskipun pihak IKASMANDA sebagai wadah alumni telah berupaya menggalang dana, namun jumlahnya belum mencukupi untuk segera menyelesaikan pembangunan masjid ini. 

Sehingga, dalam kesempatan ini, kita sebagai umat Islam baik alumni SMANDA Malang maupun mereka yang peduli , mari berwisata religi dengan turut serta dalam pembangunan Masjid Nurul Hakim SMANDA Malang.

Rekening Donasi

Proses pengumpulan dana untuk pembangunan masjid Nurul Hakim ini sudah dilakukan sejak rencana ini dicetuskan dengan menerima donasi dari luar sekolah maupun internal sekolah. Bahkan, para siswa juga turut berpartisipasi melalui kantong-kantong sumbangan yang dikumpulkan per kelas.

Bagi Anda yang tertarik untuk berwisata religi dengan turut serta dalam pembangunan Masjid Nurul Hakim ini, silahkan mengirimkan donasi Anda melalui nomer rekening berikut ini.
Bank BCA : 0620521116
An. Joko Wiyono dan Ratih Hayuningdyah

Penutup

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah : 245)

Membangun rumah ibadah merupakan amalan yang mulia. Ketika masjid ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah setiap hari maka pahala yang akan kita terima pun akan terus berlanjut dari hari ke hari.

Nah, tunggu apalagi? Mari berwisata religi dengan turut dalam proses pembangunan Masjid Nurul Hakim yang akan digunakan oleh ribuan siswa dalam menjalankan ibadah sholat dan amal ibadah lainnya.

Semoga bermanfaat…   


Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Ayo Dolen Rek, Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari - Sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif yang ada di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, maka kami dari Komunitas Pemerhati Sejarah dan Budaya “Jaya Wisnu Wardhana”, menawarkan perjalanan wisata spiritual dengan nama “Tirta Amerta Singhasari.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Candi Sumberawan dalam Paket Wisata Spiritual "Tirta Amerta Singhasari"

Kecamatan Singosari memiliki banyak potensi wisata sejarah dan budaya peninggalan kerajaan Singhasari yang tersebar di beberapa wilayahnya. Dan, terdapat banyak sumber air yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga serta sebagai sarana untuk melakukan pendekatan diri kepada Tuhan.

Selain potensi wisata sejarah dan budaya, bagi wisatawan yang ingin mencoba wisata anti mainstream untuk kesehatan jiwa dan raga serta melakukan perjalanan spiritual, maka paket wisata “Tirta Amerta Singhasari” ini dapat menjadi pilihan.

Mengapa Sumber Air?

Nama “Tirta Amerta” yang berarti air kehidupan diambil dengan alasan bahwa air merupakan salah satu komponen utama alam semesta yang menopang kehidupan manusia. Faktanya, hampir 71% komponen dari alam semesta adalah air (wikipedia). Selain itu, di dalam tubuh manusia juga memiliki kandungan air sebesar 60 - 70% dari berat tubuh dibandingkan dengan komponen lainnya.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Air dalam tubuh manusia
Gambar : http://www.aetra.co.id
Selain itu, bukankah manusia terbuat dari setetes air juga? Seperti cuplikan dua bait puisi karya Syaripudin Zuhri berikut ini.

Keajaiban dunia ada pada dirimu
Coba kamu perhatikan asal kejadianmu
Hanya dari setetes air hina yang memancar
Yang tersimpan dalam rahim
Mengandung jutaan sel
Tapi hanya satu sel yang dapat menembus ke dinding rahim

Di dalam rahim berkembanglah setetes air hina tadi
Menjadi segumpal darah, kemudian menjadi daging
Daging terbungkus tulang belulang ditutup dengan kulit
Lalu berkembang dengan izin Allah
Lengkap dengan seluruh anggota tubuh yang diperlukan dalam hidup
Kemudian ditiupkan rohNya
Maka jadilah kamu sosok manusia

Syaripudin Zuhri

Mengapa Sumber Air?

Karena air yang keluar dari sumber-sumber air masih murni dan alami. Sementara, air-air yang memancar dari pipa-pipa PDAM dan mengalir ke rumah kita sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia sehingga sudah berkurang kemurniannya. Bahkan air-air kemasan yang kita minum adalah produksi pabrik dengan tambahan bahan-bahan tertentu.

Jika manusia adalah mikrokosmos, maka alam semesta adalah makrokosmos. Melalui sumber-sumber air inilah, kita belajar menyatu dengan alam sehingga muncul rasa cinta terhadap alam lalu berusaha menjaga dan merawat alam sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Air Sebagai Sarana Penyucian Diri

Pak Budi, seorang pelaku spiritual dan pemilik warung gudeg “Bu Budi” di Jl. Mondoroko, Singosari, mengatakan, “karena sebagian besar komponen tubuh kita terdiri dari air, maka kita akan lebih mudah mendapatkan ketenangan batin saat berendam di dalam air.”

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Berendam di jernihnya air Sumberawan
dalam Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Menurut Pak Slamet atau yang lebih akrab dipanggil Gus Mamik, pengurus Pondok Laku di Sawojajar, Malang, “berendam di dalam air merupakan sarana atau “laku” yang akan membawa manusia merasakan kembali suasana di dalam kandungan ibu. Karena ketika berada di dalam kandungan ibu, sang janin juga berendam dalam air.”

Pada saat di dalam kandungan ibu inilah, manusia berada dalam kondisi “fitrah”, suci dan bersih. Namun, setelah manusia terlahir ke dunia kemudian tumbuh dewasa, maka  noda-noda baik lahir maupun batin secara perlahan menutupi kesuciannya.
“Manusia terlahir suci, maka kembali pun juga harus suci.”
Air merupakan sarana untuk menyucikan diri baik dari kotoran lahir maupun batin. Setiap hari kita menggunakan air sebagai sarana membersihkan diri.  Kita mandi untuk membersihkan badan minimal sehari dua kali, berwudhlu juga menggunakan air dan keperluan lainnya.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Mandi di pancuran air Sumber Nagan
dalam Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Bayangkan, bagaimana rasanya apabila kita tidak mandi dalam satu minggu, satu bulan atau bahkan satu tahun. Kemungkinan besar, kita akan dijauhi orang karena badan kita menebarkan aroma tidak sedap. Jangankan manusia, hewan liar pun akan menjauhi kita.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Sumber Biru atau Botorubuh
dalam Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Lalu, bagaimana dengan jiwa kita? Bukankah manusia terdiri dari jiwa dan raga. Jiwa pun juga harus dibersihkan dan disucikan baik melalui dzikir, sholat dan melakukan ibadah lainnya.

Nah, dengan berendam di dalam air seperti yang terdapat dalam paket wisata “Tirta Amerta Singhasari”, maka kita diajak membersihkan diri baik lahir maupun batin.

Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Dalam paket wisata spiritual “Tirta Amerta Singhasari” ini, selain dapat menikmati pemandangan alam yang masih alami, wisatawan juga diajak untuk melakukan pembersihan diri baik lahir maupun batin di tiga tempat berikut ini.
  1. Mandi di Sumber Nagan
  2. Minum air atau mandi di Sumber Biru
  3. Berendam di mata air Sumberawan

Selain itu, kita akan diajak untuk melihat pengrajin sandal sepon yang ada di desa Toyomarto, Singosari dan beberapa situs sejarah lainnya seperti :

Sedangkan wisata kulinernya, wisatawan diajak untuk merasakan kehangatan Jahe Gepuk di warung Cak Ikin Sumberawan atau mencoba sensasi makan sambil terapung diatas air  di Warung Apung Ken Dedes atau menikmati Bakso Mercon Cak Kar di Jalan Kertanegara.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Warung Apung Ken Dedes Singosari, Malang

Pada bulan Mei tepatnya pada Hari Raya Waisak, kita dapat menyaksikan berbagai ritual yang dilakukan oleh umat Budha di Candi Sumberawan.  Tanggal 19 Mei 2019, dalam rangka menyambut Waisak dan “Ngabuburit”, akan diselenggarakan acara bertajuk “Sendyakalaning Kasuranggan.” Sebagai penyelenggara adalah Dwi Cahyono, arkeolog dan budayawan.

Sedangkan pada bulan Muharam atau Suro, kita dapat menyaksikan acara kesenian seperti Kuda Lumping, reog dan Ludruk serta ritual budaya di Candi Sumberawan seperti Bersih Desa, Ruwatan Bumi dan Tirta Amerta Sari.

Manfaat Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari

Tujuan utama dari Paket Wisata Spiritual “Tirta Amerta Singhasari” adalah mengajak wisatawan untuk kembali mengenali jati diri sebagai manusia. Namun, dibutuhkan proses yang cukup panjang tergantung pada pemahaman dan pengertian kita tentang jati diri itu sendiri.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan
Berdoa di pelataran Candi Sumberawan

Meskipun begitu, dengan paket wisata ini, wisatawan sudah dapat merasakan manfaatnya bagi kesehatan badan dan ketenangan jiwa setelah mengikuti paket wisata ini.

Pemandu Wisata

Paket wisata spiritual “Tirta Amerta Singosari” ini menyediakan transportasi dan jasa pemandu wisata yang sudah mengenal dengan baik seluk beluk kecamatan Singosari. Dan, mereka adalah mantan para pelaku spiritual yang sudah mulai menemukan jati dirinya sehingga dapat memberikan informasi dan membantu wisatawan dalam proses pencarian jati diri.

Paket Wisata Singosari; wisata singosari; tirta amerta; tirta amerta singhasari; sumberawan; candi sumberawan; sumber nagan; sumber naga; sumber biru; sumber botorubuh; sendang kamulyan


Contact Person

Jika Anda tertarik untuk mengikuti Paket Wisata Spiritual “Tirta Amerta Singhasari” ini, silahkan menghubungi Sentra Informasi Wisata Singosari dengan contact person berikut ini.
  1. Matt Dolan  dengan nomer HP 0821 5909 8986
  2. Yu Any atau Any Widhi Lestari, pemilik waralaba “Go Fish and Chicken” Dengkol, Singosari dengan nomer HP : 0812 4938 7663 baik telpon langsung atau melalui WhatsApp.

Untuk Siapa Paket Wisata Spiritual Tirta Amerta Singhasari ini?

Paket wisata spiritual “Tirta Amerta Singhasari” ini ditujukan bagi wisatawan yang memiliki tujuan sebagai berikut.
  1. Mempelajari Sejarah dan Budaya Kerajaan Singhasari
  2. Proses mencari Jati diri
  3. Mencari Obat untuk kesembuhan penyakit baik lahir maupun batin
  4. Membuka atau meningkatkan Aura

Penutup

Bagi Anda yang memiliki jiwa petualangan dan menyukai wisata anti mainstream, maka paket wisata spiritual “Tirta Amerta Singhasari” ini dapat menjadi pilihan. Selain itu, masih banyak paket-paket wisata Singosari lainnya yang unik dan menarik serta layak dicoba.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Video tentang Sumber air bersejarah di Malang :


Tradisi Megengan dan Kue Apem

Tradisi Megengan dan Kue Apem – Menjelang bulan Ramadhan atau bulan puasa seperti saat ini, masih banyak ditemukan kue Apem dalam tradisi “Megengan”, terutama di wilayah pedesaan. Tapi, juga masih dapat ditemukan di perkotaan dimana warganya masih memelihara tradisi warisan leluhur.

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan
Tradisi "Megengan" dan Kue Apem
Gambar : info magetan

Di desa, hampir setiap rumah membuat kue Apem ini. Kemudian, kue Apem bersama pelengkapnya dibagi-bagikan kepada para tetangga. Meskipun dirumahnya sudah membuat Apem, namun kiriman dari tetangga tidak boleh ditolak. Selain itu, menjelang puasa, banyak tetangga yang mengundang selametan kecil-kecilan. Dan, masing-masing undangan mendapatkan “berkat” yang juga berisi kue Apem. Sehingga kue Apem menumpuk di meja makan.

Saat pertama kali tinggal di desa, Penulis yang telah puluhan tahun meninggalkan pulau Jawa, merasa bingung dengan fenomena kue Apem ini. Saking banyaknya kiriman dari tetangga, membuat selera untuk makan kue ini jadi berkurang. Namun, lama kelamaan menjadi terbiasa. Dan, semakin tertarik dengan tradisi leluhur yang memiliki makna tersirat di dalamnya ini.

Asal Nama Apem

Kue ini berasal dari negara India dengan nama Appam. Merupakan penganan tradisional yang dibuat dari tepung beras yang didiamkan semalam dengan mencampurkan telur, santan, gula dan tape, serta sedikit garam kemudian dibakar atau dikukus. Kue Appam ini bentuknya seperti Serabi namun lebih tebal.

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan
Kue Apem  (Resep Masakan)

Pada masa peralihan agama di Jawa dari Hindu ke Islam, dalam rangka penyebaran agama, Sunan Kalijaga memasukkan unsur-unsur Islam ke dalam tradisi masyarakat Jawa yang kala itu masih beragama Hindu. Salah satunya melalui kue ini.

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan
Kue Apem (Jatim Tribunnews)

Kue ini dijadikan sebagai sarana untuk memohon maaf kepada tetangga atau sanak kerabat apabila membuat kesalahan atau menyakiti hatinya baik sengaja maupun tidak sengaja dengan mengirimkan kue ini. Sehingga, istilah apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab yaitu “afuan” atau “afuwwun” yang berarti ampun. Lalu, orang Jawa menyederhanakannya menjadi “apem”. 

Kue Apem dan Tradisi Megengan

Sesuai dengan makna yang tersirat dalam kue Apem, masyarakat Jawa selalu menyertakan kue ini dalam setiap hajatan, kenduri atau selametan. Tujuannya untuk meminta maaf apabila ada kesalahan tuan rumah dalam menghormati dan melayani tamu-tamu undangannya.

Nah, apalagi menjelang menjalankan ibadah puasa. Karena selama setahun lamanya kita berkumpul dan bergaul dengan tetangga dan lingkungannya, tanpa kita sadari, kita telah berbuat kesalahan  atau menyakiti perasaan orang lain. 

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan

Sehingga menjelang bulan puasa, masyarakat Jawa berusaha memohon maaf dan ampunan kepada tetangga dan kerabat atas kesalahan yang pernah dilakukan dengan mengadaan tradisi “Megengan” dimana didalamnya terdapat kue Apem sebagai simbol permohonan maaf.

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan

Tradisi “Megengan” berasal dari bahasa Jawa “megeng” yang berarti menahan diri atau menahan makan dan minum serta hawa nafsu dalam menjalankan ibadah puasa. Tentunya, ibadah puasa akan terasa nyaman dan tenang apabila kesalahan-kesalahan kita terhadap tetangga sekitar telah dimaafkan.

Legenda Berkaitan Dengan Kue Apem

Pada masa penyebaran agama Islam di Jawa,  Sunan Kalijaga memiliki seorang murid yang dijuluki sebagai Sunan Geseng atau Ki Ageng Gribig. Ketika baru pulang dari ibadah haji, Ki Ageng Gribig melihat penduduk Desa Jatinom, Klaten, sedang kelaparan. 

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan



Beliau lalu membuat kue apem kemudian dibagikan kepada penduduk yang kelaparan sambil mengajak mereka mengucapkan lafal dzikir “Ya Qowiyyu” atau Allah Maha Kuat. Meskipun kue apem bikinannya hanya sedikit, namun sebanyak apa pun penduduk yang mengambilnya, kue Apem itu masih ada. Dan, para penduduk itu pun menjadi kenyang. 

Legenda inilah, yang menjadi pendorong penduduk setempat untuk terus melestarikan dan menghidupkan tradisi “Ya Qowiyyu” setiap bulan Safar.

Kue Apem Sebagai Sarana Bersyukur

Pada tradisi “Megengan”, kue apem dibuat untuk dibawa ke surau, musala atau masjid. Lalu, setelah berdoa bersama, kue apem dibagi kepada para tetangga atau mereka yang kurang beruntung. Sehingga bisa dikatakan, kue ini juga sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap rezeki yang sudah kita dapatkan. 

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan


Kue Apem juga sebagai simbol rasa bersyukur ketika prosesi Tingalan Dalem Jumenengan ke-24 Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam memimpin Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada 2012. 

Sementara di Cirebon, kue Apem dimaknai sebagai kue kebersamaan. Dimana, dalam masyarakat Cirebon, kue ini dibuat ketika bulan Safar atau bulan ke-2 dalam kalender Hijriyah guna dibagikan kepada para tetangga secara gratis sehingga semua masyarakat dapat sama-sama merasakannya.

Makna Filosofis Kue Apem

kue apem; kue apem jawa; kue apem selong; kue apem panggang; kue apem kukus; kue apem gula merah; kue apem putih; kue apem beras; kue apem nasi; tradisi megengan; megengan


Ternyata, kue Apem bukanlah sekadar kue yang hanya untuk dimakan saja. Melainkan, terdapat makna filosofisnya yang terkandung di dalamnya.
  1. Kue apem ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dari pengertian kata apem itu sendiri .
  2. Nilai syukur. Karena itu mempunyai kesadaran akan kewajibannya dalam melakukan pengabdian dan selalu bersyukur kepada-Nya. Syukur atas segala karunia yang diberikan Tuhan setiap waktu. Dengan kue apem ini dijadikan sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap rezeki yang sudah kita dapatkan. Karena itu, dalam setiap acara selamatan atau kenduri selalu disertakan apem di dalamnya.
  3. Nilai Kepedulian Sosial. Dalam masyarakat Jawa memiliki jiwa kepedulian sosial yang sangat tinggi. Sesuai dengan sila ke-2 dari Pancasila, yang berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Menunjukkan bahwa masyarakat saling membantu dengan sarana berbagi kue apem tersebut. 

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Kue Apem dalam tradisi “Megengan” yang rutin dijalankan oleh masyarakat Jawa setiap menjelang bulan puasa. Satu tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur kemanusiaan. Dimana kita dapat memohon maaf, bersyukur dan berbagi dengan sesama melalui kue Apem ini.

Nah, tunggu apalagi? Mari kita buat kue Apem bersama-sama..

Artikel Lainnya :


Taman Ken Dedes Arjosari : Monumen Selamat Datang Kota Malang

Taman Ken Dedes Polowijen - Kedekatan warga Malang Raya dengan tokoh-tokoh sejarah kerajaan Singhasari dapat terlihat dengan adanya monumen dan penamaan tempat-tempat ikonik di kota Malang. Salah satu bentuk penghormatan warga Malang terhadap sosok Ken Dedes diwujudkan dalam bentuk taman yang indah dengan patung raksasa Prajna Paramitha sebagai ikonnya. Taman di pintu masuk kota Malang itu diberi nama Taman Ken Dedes atau Taman Patung Ken Dedes.

Sehingga saat memasuki kota Malang dari arah utara, kita akan disambut dengan dua taman yaitu taman seluas 800 m2 yang berada di lembah Kali Mewek dan taman pembelah jalan. Namun, pemandangan yang mencolok dari kedua taman ini adalah adanya patung raksasa yang menjadi perwujudan ikon sejarah kota Malang yaitu arca Prajna Paramitha yang merupakan persembahan bagi Ken Dedes.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Taman Kota Ken Dedes Arjosari, Malang
Baca Juga : Ijen Boulevard, Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Meskipun lokasi taman secara administratif berada di kelurahan Arjosari, tetapi taman ini berada dekat dan menghadap wilayah Polowijen yang disebut dalam serat Pararaton sebagai Panawijen, tempat kelahiran ratu Ken Dedes.

Di desa Panawijen inilah, sosok wanita yang menjadi ibu dari raja-raja Jawa ini tumbuh besar sebagai anak dari Mpu Purwa, seorang pendeta agama Budha Mahayana. Ken Dedes hidup damai di desa ini. Ketika tumbuh menjadi seorang gadis, pesona kecantikannya menyebar keberbagai penjuru daerah sehingga membuat banyak pria ingin meminangnya. 

Salah satunya adalah Joko Lola dari Dinoyo atau Karuman. Namun sayang, cinta tulus dari Joko Lola harus bertepuk sebelah tangan. Kemudian, Ken Dedes tidak kuasa menolak ketika Tunggul Ametung dengan paksa membawanya lari dan memperistrinya.

Dan, tepat di sebelah taman ini membentang sungai yang disebut sebagai Kali Mewek. Sungai yang menjadi jejak sejarah ketika Ken Dedes dibawa lari oleh Tunggul Ametung.

\taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;

Baca Juga : Alun-alun Tugu Kota Malang

Sebagian besar masyarakat beranggapan jika arca besar yang berada di taman itu adalah patung perwujudan asli dari sosok Ken Dedes. Sebenarnya, patung Prajna Paramitha adalah replika atau duplikat dari patung aslinya yang ditemukan di Candi Putri pada Desa Pagentan Kec. Singosari Kab. Malang. 

Dan, patung itu merupakan perwujudan Ken Dedes setelah meninggal. Bukan perwujudan asli sosok wanita Polowijen ini. Karena dalam kepercayaan Hindu-Budha, setelah seorang raja atau ratu meninggal maka sebagai bentuk penghormatannya akan dibuatkan arca Budha atau perwujudan Dewa atau Dewi sesuai dengan keyakinannya pada masa itu.

Karena arca aslinya pernah berada di Leiden, Belanda dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta, maka pada tahun 1980an dibuatlah duplikatnya oleh “Ebes” Sugiyono, Walikota Malang pada waktu itu sebagai ikon sejarah kota Malang.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Pejuang 45 di Taman Ken Dedes Malang

Selain patung Prajna Paramitha,di taman Ken Dedes ini juga terdapat patung lain yaitu patung Pejuang 45 sebagai pengingat akan jasa dan pengorbanan para pahlawan yang berjuang membela tanah air tercinta. 

Untuk lebih mengenal lebih dekat dengan taman Ken Dedes termasuk arca Prajna Paramitha, mari ikuti ulasan berikut ini.

Taman lain di kota Malang : Taman Rekreasi Sengkaling 2019

Taman Kota Ken Dedes Malang

Fungsi Taman Ken Dedes

Taman Patung Ken Dedes memiliki banyak fungsi antara lain sebagai monument selamat datang di kota Malang dan sebagai ikon sejarah kota Malang. Selain itu, taman seluas 800m2 ini juga disediakan bagi warga Malang atau wisatawan untuk rekreasi, melepas lelah sambil mengenang sejarah masa silam.

Adanya fasilitas trek bagi pejalan kaki, membuat taman Ken Dedes dapat menjadi pilihan tempat olahraga bagi warga Malang maupun wisatawan pada pagi dan sore hari.

Bagi penggemar fotografi, taman yang dominan dengan tanaman hias berwarna hijau, hijau muda dan ungu ini merupakan spot foto yang unik, menarik dan instagramable. Dan, berfoto dengan latar patung Prajna Paramitha atau arca Pejuang 45, akan menghasilan foto kenangan yang unik dan eksotis serta heritage.

Sayangnya, belum ada tempat parkir khusus bagi pengunjung taman ini. Tempat parkir yang ada sekarang lebih banyak digunakan sebagai tempat mangkal ojek online.

Sejarah Arca Prajna Paramitha

"Ini salah satu arca yang paling artistik dibuat oleh pemahat Jawa. Lihat kekuatan fisik dan energi yang keluar dari wujudnya. Ini sangat mengagumkan," Kurator Classical South and Southeast Asia, National Museum of World Cultures di Leiden, Marijke Klokke

Arca perwujudan Bodhisattwadewi (bodhisattwa wanita) Prajnaparamita yang paling terkenal adalah arca Prajnaparamita dari Jawa kuno. Arca ini diperkirakan berasal dari abad ke-13 Masehi pada era kerajaan Singhasari.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Arca Prajna Paramita di Museum Nasional Jakarta
Gambar : wikipedia

Arca ini ditemukan di reruntuhan Cungkup Putri dekat Candi Singhasari, Malang, Jawa Timur. Menurut kepercayaan setempat, arca ini adalah perwujudan Ken Dedes ratu pertama Singhasari, mungkin sebagai arca perwujudan anumerta dia. Akan tetapi terdapat pendapat lain yang mengaitkan arca ini sebagai perwujudan Gayatri, istri Kertarajasa raja pertama Majapahit. 

Arca ini pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1818 atau 1819 oleh D. Monnereau, seorang aparat Hindia Belanda. Pada tahun 1820 Monnereau memberikan arca ini kepada C.G.C. Reinwardt, yang kemudian memboyongnya ke Belanda dan akhirnya arca ini menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di kota Leiden

Pada Januari 1978 Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) mengembalikan arca ini kepada Indonesia, dan ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta hingga kini. Kini arca yang luar biasa halus dan indah ini ditempatkan di lantai 4 Ruang Khazanah Emas, Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Arca Prajnaparamita ini adalah salah satu mahakarya terbaik seni klasik Hindu-Buddha Indonesia, khususnya seni patung Jawa kuno. Arca dewi kebijaksanaan transendental dengan raut wajah yang tenang memancarkan keteduhan, kedamaian, dan kebijaksanaan; dikontraskan dengan pakaiannya yang raya mengenakan Jatamakuta gelung rambut dan perhiasan ukiran yang luar biasa halus. 

Dewi ini tengah dalam posisi teratai sempurna duduk bersila di atas padmasana (tempat duduk teratai), dewi ini tengah bermeditasi dengan tangan melakukan dharmachakra-mudra (mudra pemutaran roda dharma). 

Lengan kirinya mengempit sebatang utpala (bunga teratai biru) yang diatasnya terdapat keropak naskah Prajnaparamita-sutra dari daun lontar. Arca ini bersandar pada stella (sandaran arca) berukir, dan di belakang kepalanya terdapat halo atau aura lingkar cahaya yang melambangkan dewa-dewi atau orang suci yang telah mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi.

Pertanyaan Seputar Patung Ken Dedes

Keberadaan Patung Prajna Paramitha di taman Ken Dedes menimbulkan banyak pertanyaan bagi mereka yang pernah melihatnya, terutama kalangan generasi muda. Hal utama yang dilihat mereka dari sosok patung Dewi Kebijaksanaan ini adalah bagian dada yang terbuka sehingga terlihat kedua payudaranya.

Sehingga kesan pertama yang ditangkap mereka tentang perwujudan patung Ken Dedes ini adalah vulgar, jorok dan porno. Kemudian, nalar mereka berkembang dipengaruhi pikiran negative sehingga menganggap jika Ken Dedes adalah sosok wanita yang senang mengumbar auratnya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut dan mencari kebenaran tentang sosok ibu raja-raja Singhasari dan Majapahit ini, mari ikuti ulasan berikut ini.

Moralitas Ken Dedes

Sedangkan anakku yang telah mempelajari ilmu untuk menerangi dunia, harapanku semoga dia akan menemui selamat dan besar kebahagiaannya.” Mpu Purwa dalam Serat Pararaton.
Ken Dedes, adalah putri dari Mpu Purwa seorang pendeta agama Buddha Mahayana di Desa Panawijen. Kembang Panawijen ini memang memiliki kecantikan yang luar biasa. Bukan sekedar cantik secara fisik, namun sebagai putri  seorang pendeta , Ken Dedes juga memiliki kecantikan batin atau inner beauty

Kecantikan dari dalam atau inner beauty seseorang akan terpancar ketika hati atau batinnya suci dari berbagai kotoran nafsu batiniah. Dan, Ibu Ken Dedes adalah wanita yang dikenal sebagai wanita “nareswari” yang alat rahasianya memancarkan cahaya atau aura.

Bagaimana mungkin seorang yang mengumbar kemolekan tubuhnya dapat memancarkan cahaya atau aura? 
Jawabannya, tidak mungkin. Sehingga dapat disimpulkan bila perwujudan patung Prajna Paramita dengan dada terbuka bukanlah untuk memamerkan kemolekan tubuhnya melainkan memiliki makna simbolis lainnya.

Ken Dedes Adalah Simbol Kecantikan Wanita Jawa

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, cantik berarti elok, indah. Sehingga perempuan cantik adalah perempuan yang jika dipandang akan membuat senang orang yang melihatnya.

Kita dapat melihat jejak standar kecantikan wanita dari peninggalan masa lampau. Pada masa prasejarah, patung Venus mencerminkan bagaimana wanita digambarkan. Dari perwujudan patung Venus yang pernah ditemukan, proporsi tubuh paling besar adalah bagian badannya, dibandingkan bagian kepala dan kaki. Dan, bagian badan yang menonjol terdiri dari payudara dan perut. Figurnya seakan ditekankan pada citra kesuburan, sesuai dengan bagian tubuh yang ditonjolkan (McDermott, 1996:229).

Contoh lain misalnya, Isis, seorang dewi Mesir menjadi ibu yang ideal sering digambarkan sebagai Firaun yang menyusui, sehingga membuktikan status ilahi mereka sebagai penguasa. Pada masa modern, setelah era Marlyn Monroe dengan tubuh ideal adalah yang penuh dan besar.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;


Gambaran tubuh perempuan pada masa Jawa Kuno juga ditunjukkan pada relief candi dan arca peninggalan. Pada masa Hindu-Budha, sosok perempuan yang menonjol adalah Prajna paramitha. Ia dipercaya sebagai lambing kecantikan yang sempurna. Bahkan, temuan arca Prajna paramitha di Singosari dianggap sebagai temuan arca terbaik karena kualitas fisiknya.

Dan, arca Prajna paramitha adalah simbol yang diperuntukkan bagi Ken Dedes sebagai penghormatan anumerta terhadapnya. 

Ken Dedes Adalah Perlambang Sosok Ibu 

Makna lainnya dari perwujudan arca Prajna paramitha dengan dada terbuka merupakan lambang kehidupan yang diberikan sang ibu pada keturunannya. Ibu atau wanita  adalah dewi kebijaksanaan yang memberi pendidikan pada manusia.

Perubahan Warna Patung Ken Dedes

Patung Ken Dedes yang berada di taman ini setinggi sekitar 8m dan berada di sisi timur jalan tepat menghadap barat ke arah Desa Panawijen, tempat kelahiran Ken Dedes.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Ken Dedes dengan warna perunggu

Dan, Patung Ken Dedes ini 90 persen bentuk dan wajahnya mirip seperti arca Prajna Paramita yang ada di museum Nasional Jakarta. Hanya warnanya saja berbeda yakni warna perunggu bukan warna abu-abu batu seperti aslinya. Tiga tahun kemudian sempat diganti warna putih bergaya Bali dengan maksud biar menarik perhatian.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Ken Dedes dengan warna putih

Kenyataannya justru menghilangkan kesan anggun Ken Dedes.   Dan, syukurlah kini kembali ke warna asal yaitu merah coklat seperti perunggu.

Harga Tiket Masuk Taman Ken Dedes

Karena merupakan area terbuka maka Taman Ken Dedes dibuka untuk umum sehingga tidak dikenakan tiket masuk.

Objek-Objek Dekat Taman Ken Dedes

  • Perumahan Riverside
  • Kali Mewek
  • Red Building
  • Terminal Arjosari
  • Java nine Resto & Café
  • Karoseri Morodadi
  • Pabrik Rokok Bentoel
  • Kampung Budaya Polowijen
  • Situs Ken Dedes dan Joko Lola
  • Taman Baboji atau Pemandian Watu Gede
  • Hawai Water Park

Video Taman Ken Dedes




Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Taman Ken Dedes, satu taman yang indah di pintu masuk kota Malang. Berhenti sejenak ditempat ini sebelum melanjutkan perjalanan akan lebih menyenangkan. Karena  disini kita beristirahat sambil menikmati keindahan taman serta mengenang kembali sejarah leluhur kita.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Sumber Referensi :
  • Gupte, R. S. (1972). Iconography of The Hindus, Buddhist and Jina. Mumbai : D.B. Taraporevala Sons & Company 
  • Dwi Cahyono, Redesain Taman Ken Dedes.